Home Berita Internasional Kelompok Hindu dan Muslim Bentrok Saat Trump Tiba di India, 13 Tewas...

Kelompok Hindu dan Muslim Bentrok Saat Trump Tiba di India, 13 Tewas 150 Luka-luka

182
0
SHARE
Beberapa militan Hindu memukuli seorang demonstran muslim dalam bentrokan komunal di New Delhi pada hari Senin. Polisi berupaya meredakan bentrok dengan gas air mata. (Foto : Reuters)

Wasathiyyah.com, New Delhi – Sekelompok ​​Hindu membawa beliung dan tongkat besi melemparkan batu ke arah umat Muslim yang memprotes undang-undang kewarganegaraan baru. Gerakan protes sudah berlangsung sejak Senin (24/02). Bentrokan berdarah pecah di New Delhi pada hari kedua demontrasi, Selasa (25/02).

Bentrokan mematikan yang membayang-bayangi kunjungan singkat Presiden Donald Trump ke India. Tiga belas orang tewas dan lebih dari seratus orang terluka akibat bentrokan ini.

Setelah pembicaraannya dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, Trump mengatakan kepada awak media bahwa ia telah mendapat informasi tentang bentrokan itu tetapi tidak membicarakannya dengan Modi.

Asap hitam membubung ke langit di atas timur laut New Delhi setelah para pemrotes Hindu membakar toko buah dan sayuran dan sebuah tempat ibadah Muslim, kata saksi mata.

Sunil Kumar, direktur medis Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, mengatakan Rabu, jumlah korban tewas dalam kekerasan itu mencapai 13 korban.

Selain kematian, sedikitnya 186 orang – 56 petugas polisi dan 130 pengunjuk rasa – cedera dalam bentrokan sejak Senin, kata Anil Kumar, juru bicara kepolisian New Delhi.

Pihak berwenang menutup sekolah di daerah yang dilanda bentrokan. Kantor berita Press Trust of India melaporkan bahwa polisi telah menangkap satu orang dan menahan 20 orang karena diduga terlibat dalam kekerasan.

Tayangan televisi menunjukkan jalan-jalan yang penuh dengan puing-puing kendaraan, bebatuan dan ban terbakar di daerah yang paling parah dilanda bentrokan seperti Chand Bagh, Bhajjanpura, Gokulpuri, Maujpur, Kardampuri dan Jaffrabad. Di kota-kota ini dua kubu bentrokan saling melempar bom molotov dan mengakibatkan kerusakan para di banyak tempat.

Massa merusak toko dan kendaraan selama bentrokan antara dua kelompok di New Delhi, India, Selasa, 25 Februari 2020. (AP)

India terus-menerus dilanda gelombang protes dan bentrokan sejak parlemen menyetujui undang-undang kewarganegaraan baru pada bulan Desember lalu. Unang-undang baru ini memungkinkan proses naturalisasi jalur cepat untuk beberapa warga dari agama minotitas yang lahir di luar negeri tetapi tidak untuk Muslim. Apa yang terjadi di India mendapat sorotan dari para kritikus dunia perihal kewarganegaraan agama.

Trump menolak mengomentari undang-undang baru itu.

“Saya tidak ingin membahas itu. Saya ingin menyerahkan itu ke India dan mudah-mudahan mereka akan membuat keputusan yang tepat untuk rakyat,” katanya.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan dua kelompok massa yang terlibat bentrok. Kedua kelompok mundur ke sisi berlawanan dari jalan raya.

Polisi menyebut situasi tegang tetapi terkendali. Polisi dan pasukan paramiliter mengirim pasukan bantuan untuk menghentikan bentrokan.

Seorang petugas polisi tewas dalam kerusuhan itu setelah dia dilempari batu, kata polisi Anuj Kumar. Sebelas petugas lainnya terluka oleh batu ketika mereka mencoba memisahkan dua kelompok yang bentrok,” kata polisi. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.