Home Tokoh Alumni Kang Abik ‘Ayat-Ayat Cinta’ Dianugerahi Tokoh Perbukuan Islam 2019

Kang Abik ‘Ayat-Ayat Cinta’ Dianugerahi Tokoh Perbukuan Islam 2019

396
0
SHARE
Acara penganugerahan terhadap sejumlah tokoh di pembukaan IBF 2019 di JCC, Rabu (27/2/2019)

Wasathiyyah.com, Jakarta — Panitia Islamic Book Fair (IBF) 2019 menganugerahi penulis buku Habiburahman El-Shirazy sebagai ‘Tokoh Perbukuan Islam 2019’.

Acara pemberian anugerah itu dilakukan saat pembukaan IBF 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Panitia IBF 2019 menilai Habiburrahman layak mendapatkan anugerah tersebut. Sebab, ia dikenal sebagai penulis yang aktif menelurkan karya-karya Islam dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkaya bahan literasi masyakat Indonesia.

Beberapa karya Habiburahman yang cukup populer di tengah masyarakat adalah Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Api Tauhid dan sejumlah karya lainnya.

Bahkan, beberapa di antara karyanya menjadi inspirasi pembuatan film dan berhasil memikat hati masyarakat Indonesia, seperti film Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih yang dibuat dalam beberapa seri.

“Allah berikan karuniakan kepada saya bisa membaca dan menulis. Saya berharap karunia ini bisa saya jaga untuk terus bisa menelurkan karya-karya Islam yang bermanfaat,” kata Habiburrahman.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membuatnya menjadi seperti sekarang. Ia berharap ke depan bisa terus menjadi lebih baik.

“Kepada seluruh guru-guru saya yang membimbing saya sejak kecil dan untuk kedua orangtua saya, saya ucapkan jazakumullah khairan katsiran, terima kasih yang sebanyak-banyaknya,” katanya.

Diakuinya, setiap kali mendapat penghargaan, ia anggap sebagai sebuah amanah yang besar, amanah untuk terus berkarya, untuk terus menulis karya-karya Islam yang bermanfaat.

“Ini adalah amanah yang besar bagi saya untuk terus berpartisipasi dalam membangkitkan budaya membaca, menulis dan berdiskusi, sehingga bisa mewujudkan kejayaan bangsa,” katanya.

Ia mengajak pemuda Islam untuk terus meningkatkan dan membiasakan budaya membaca, menulis dan berdiskusi. Sebab, kata dia, tiga budaya itu menjadi budaya umat Islam sejak zaman dahulu. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.