Home Tokoh Alumni Syekh Azhar: Cara Termudah Selesaikan Masalah Dunia, Hentikan Perang dan Ujaran Kebencian

Syekh Azhar: Cara Termudah Selesaikan Masalah Dunia, Hentikan Perang dan Ujaran Kebencian

82
0
SHARE
Syekh Al-Azhar Al-Sharif Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menerima kunjungan pelaksana tugas Kepala Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) John Barsa, Rabu (7/10/2020) beserta delegasi

Wasathiyyah.com, Kairo — Syekh Al-Azhar Al-Sharif Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menerima kunjungan pelaksana tugas Kepala Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) John Barsa, Rabu (7/10/2020) beserta delegasi.

John mengaku pihaknya merasa senang bisa bertemu dengan Imam Besar, meskipun kunjungannya itu berlangsung singkat. Alasannya, kata dia, lantaran upaya besar dan penting yang dilakukan Ahmad Tayeb dan yayasan Al-Azhar dalam menebar kebaikan dan perdamaian di antara orang-orang.

“Dan melawan semua bentuk kekerasan, intoleransi dan ujaran kebencian,” kata John dalam pertemuan tersebut, dikutip dari laman resmi Al-Azhar.

Ia menyatakan, USAID ingin bekerja sama dengan Al-Azhar untuk membahas dan memecahkan masalah pembangunan ekonomi, kebebasan beragama, memberantas akar kebencian dan terorisme di dunia,

“Dan Al-Azhar adalah lembaga keagamaan dengan reputasi besar yang menghasilkan para duta yang tersebar di seluruh dunia. Kegiatan yang dilakukan Al-Azhar tidak hanya terbatas untuk umat muslim Mesir, tapi juga Islam pada umumnya” ujarnya.

Sementara itu, Imam Besar Syekh Azhar Ahmad Tayeb menegaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan di dunia dengan cara menghentikan perang dan ujaran kebencian

“Cara termudah untuk menyelesaikan masalah pembangunan ekonomi di dunia adalah dengan menghentikan perang dan ujaran kebencian, memerangi ekstremisme dan terorisme dengan serius, memerangi ekstremis terlepas dari afiliasi agama mereka dan bukan melawan agama,” pesan Grand Syekh.

Menurutnya, solusi itu harus dilandasi dengan ketulusan dan objektivitas sertamenjadikan perlindungan manusia sebagai tujuan tertinggi di atas semua pertimbangan.

“Al-Azhar adalah hati nurani bangsa, dan yang pertama memperhatikan bahaya ekstremisme dan terorisme serta berupaya untuk menangkalnya,” tutup mantan Rektor Universitas Al-Azhar itu. (WST/YN/azhar.eg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.