Home Lembaga Pendidikan Hj. Sholihah Noer Wakafkan Lahan Buat PUSIBA, Peletakan Batu Pertama Digelar Hari...

Hj. Sholihah Noer Wakafkan Lahan Buat PUSIBA, Peletakan Batu Pertama Digelar Hari Ini

123
0
SHARE
Peletakan batu pertama pembangunan gedung PUSIBA di Babelan, Bekasi, Sabtu (27/6/2020)

Wasathiyyah.com, Bekasi — Kabar menggembirakan datang dari Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Cabang Indonesia Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) . Pasalnya, hari ini Sabtu (27/6/2020) diadakan peletakan batu pertama pembangunan gedung PUSIBA.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung PUSIBA dilakukan di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. PUSIBA mendapatkan wakaf tanah seluas 5.000 meter persegi dari Hj. Sholihah Noer, putri kedua KH Noer Aly yang merupakan pahlawan nasional dan pendiri Pondok Pesantren Attaqwa Bekasi.

Hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung PUSIBA, di antaranya Menteri Agama 2014-2019 sekaligus inisiator pendirian PUSIBA Cabang Indonesia Lukma Hakim Saifuddin, Ketua Umum Yayasan Attaqwa Bekasi dan Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH. Moh Amin Noer, Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Dr. KH. Abdul Jabar Majid, Direktur Akademik PUSIBA Dr. Abdul Aziz, Mabuts Al-Azhar Syeikh Dr. M. Husaini Faraj, Ketua STAI Attaqwa Dr. KH. Abid Marzuki, Lurah Kelurahan Bahagia M. Amin Musthofa dan dan para ulama serta tokoh masyarakat sekitar.

Lukman Hakim menyampaikan bahwa firman Allah, hadits rasul, dan banyak telaahan primer atas keduanya tertulis dengan bahasa Arab.

“Maka bahasa Arab menjadi kunci keilmuan keislaman,” kata dia dalam sambutannya.

Ia mengakui, PUSIBA merupakan salah satu obsesinya yang terwujud karena ‘tangan dingin’ Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Muhammad Zainul Majdi, Sekjen OIAA Muchlis Hanafi beserta jajarannya di OIAA.

“Indonesia punya tempat tersendiri di hati Al-Azhar Mesir. Itulah mengapa PUSIBA adalah cabang pertama dan (saat ini) menjadi satu-satunya lembaga pendidikan persiapan bahasa di luar Al-Azhar Mesir bagi calon mahasiswanya,” bebernya.

Dia berharap, PUSIBA menjadi wadah potensial bagi pematangan calon mubaligh, da’i, khatib, dan imam masjid yang memenuhi syarat dan bergaransi.

“Itu juga dalam menindaklanjuti ide ‘mubaligh bersertifikat’ tempo hari,” terangnya.

Sementara KH. Moh Amin Noer menceritakan, almarhum KH Noer Ali pernah berwasiat kepadanya bahwa dalam menjalankan roda pendidikan harus mencontoh Al-Azhar Mesir.

“Almagfurlah, KH Noer Ali telah berwasiat kepada kami agar Attaqwa ini kalau bisa mengikuti sesuai dengan Al-Azhar, ternyata sekarang seperti mimpi saya ini kayak semuanya sudah aturan Allah SWT atas keberkahan almagfurlah,” ujarnya.

KH Amin Noer mengungkapkan, Attaqwa telah mempunyai ratusan lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

“Alhamdulillah Attaqwa ini sudah cukup besar mempunyai lembaga pendidikan sebanyak 170 lembaga, TK ada 50, ibtidaiyah dan SDIT ada 62, tingkat tsanawiyah SMP SMPIT ada 40, aliyah SMK SMU ada 30 ditambah perguruan tinggi STAI yang meningkat jadi institut dan berharap jadi universitas,” kata dia merinci.

Ia mengaku, pihaknya bersyukur atas capaian yang diraih hingga saat ini, sebagaimana wasiat KH Noer Ali agar Attaqwa seperti Al-Azhar Mesir, yang tidak hanya notabene lembaga pendidikan tetapi juga memiliki aset yang sangat banyak.

“Tinggal lagi kami sedang menyusun kurikulum, yang kurikulumnya sesuai dengan Al-Azhar,” imbuhnya.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung PUSIBA dilakukan KH. Moh Amin Noer, Lukman Hakim Saifuddin dan Lurah Kelurahan Bahagia. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.