Home Lembaga Pendidikan Komite Tinggi PUSIBA Sepakati Tahdid Mustawa di Indonesia

Komite Tinggi PUSIBA Sepakati Tahdid Mustawa di Indonesia

153
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cairo—Komite Tinggi PUSIBA menerima usulan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Cairo Dr. Usman Syihab kepada pihak Markaz Lughah Al-Azhar Cairo (MLAC) –sebutan dari Markaz Al-Syaikh Zayed li Ta‘lîm al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghayri al-Nâthiqin Bihâ– agar Tahdid Mustawa (Placement Test/Penempatan kelas bahasa) dilaksanakan di Indonesia dan berangkat ke Cairo sesuai dengan jadwal daurah di MLAC. Kesepakatan ini diambil dalam rapat Komite Tinggi PUSIBA kemaren (Sabtu, 25/01) di kantor Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat Nasr City,  Cairo.

Anggota Komite Tinggi lembaga yang diresmikan pada tanggal 29 Juli 2019 dan beralamat di Jalan Jatiwaringin Pondok Gede Bekasi itu, terdiri dari: Prof. Abdul Fadlil Al-Qusi (Wakil Ketua OIAA Pusat), Prof. Salih Abbas (Deputy Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Usamah Yasin, Prof Abdu Daem Nusaeir (Penasehat Grand Sheikh), Ustadz Wael Mahmud, TGB Dr M. Zainul Majdi (ketua OIAA Cabang Indonesia) dan Dr. Muchlis M Hanafi (Sekjend OIAA Cabang Indonesia).

“Alhamdulillah, rapat kemarin menyetujui usulan terkait pelaksanaan tes Tahdid Mustawa di PUSIBA.” Kata Atdikbud KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab yang hadir dalam rapat bersama Dr. Willy Oktaviano (Waka Sekjen OIAA cabang Indonesia sekaligus pengurus PUSIBA), Muhlason Jalaluddin (pengurus OIAA cabang Indonesia), dan Subhan Jaelani (lokal staf senior KBRI Cairo).

Lebih lanjut, Usman Syihab menjelaskan bahwa soal tes Tahdid Mustawa akan tetap dibuat oleh MLAC, hasil tes dinilai dan ditetapkan juga oleh MLAC, sementara pengawas dan pelaksana wawancara oleh guru PUSIBA dan Guru MLAC.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal OIAA Cabang Indonesia, Dr. Muchlis M Hanafi, berkomentar, “Dengan pelaksanaan Tahdid Mustawa di PUSIBA, calon mahasiswa baru berangkat ke Cairo sesuai levelnya, sehingga tidak harus menunggu.”

Selama ini, pelaksanaan kelas matrikulasi bahasa Arab di MLAC tidak serempak, menyesuaikan level. Ada faktor ketersediaan tenaga pengajar, ketersediaan ruang belajar dan lain sebagainya. Misalnya, kelas Mubtadi Awwal (level 1) bisa dimulai tidak lama dari pelaksanaan Tahdid Mustawa. Calon mahasiswa yang lulus di level 1 saat Tahdid  Mustawa bisa segera langsung mengikuti kelas bahasa.

Tetapi tidak demikian dengan mereka yang lulus di level 3 (Mutaawassith Awwal), atau level-level yang lebih tinggi. Mereka harus menunggu sampai kelas dibuka. Dalam masa menunggu ini, tidak jarang terjadi persoalan terkait keamanan, perpanjangan izin tinggal, masalah sosial, ekonomi, dan sebagainya. Demikian kata Muchlis Hanafi.

Direktur PUSIBA M. Arifin MA menyambut baik dan merasa bersyukur atas kesepakatan dalam rapat Komite Tinggi PUSIBA tersebut. Bahkan, beliau menceritakan bahwa kepercayaan itu tidak hanya datang dari Mesir saja, melainkan dari Indonesia juga, dari Kementerian Agama RI.

“Alhamdulillah, tanggal 22 Januari lalu, PUSIBA rakor dengan Kamenag  dan penandatanganan MoU tentang pelaksanaan seleksi, pengurusan pemberkasan, termasuk pula pelaksanaan kelas persiapan bahasa bagi calon mahasiswa. Semoga kami dapat mengemban amanat ini dengan baik.” Ungkap M. Arifin. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.