Home Lembaga Pendidikan Atdikbud KBRI Cairo Usulkan Tahdid Mustawa Hanya di PUSIBA

Atdikbud KBRI Cairo Usulkan Tahdid Mustawa Hanya di PUSIBA

152
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cairo– Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Cairo Dr. Usman Syihab mengusulkan kepada pihak Markaz Al-Syaikh Zayed li Ta‘lîm al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghayri al-Nâthiqin Bihâ agar tahun depan Tahdid Mustawa di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Indonesia saja. Hal ini beliau sampaikan saat mengecek tes Tahdid Mustawa kemaren (Kamis, 23/01) di Cairo.

Alumnus KMI Gontor tahun 1986 itu mengatakan bahwa pada prinsipnya, Direktur Markaz Lughah sebutan Markaz Al-Syaikh Zayed li Ta‘lîm al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghayri al-Nâthiqin Bihâ—setuju dengan usulan itu.

“Secara prinsip Direktur Markaz Lughah setuju, akan kita bicarakan lebih lanjut beberapa hari ke depan dengan Pak TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Muchlis M Hanafi, Ketua dan Sekjen kita, dan dengan pimpinan di Markaz Lughah. Insya Allah.” Tulis bapak asal Paciran Lamongan Jawa Timur itu di status face booknya.

Sarjana S1 Aqidah wal Falsafah Universitas Al-Azhar, S2 IIU Malaysia dan S3 UM itu menceritakan bahwa selama ini, camaba setelah sampai di Cairo mereka mengikuti Tahdid Mustawa di Markaz Lughah. Dari hasil tersebut mereka memperoleh pembagian level: mubtadi awal, mubtadi tsani, mutawassit awal, mutawassit tsani, mutaqaddim awal, mutaqaddim tsani, dan mutamayyiz.

Persoalannya selama ini adalah, kata Atdikbud, Markaz Lughah mulai membuka yang level mubtadi dulu, lanjut ke level mutawwasit, terus lanjut ke mutaqaddim. Bagi mereka yang hasil Tahdidul Mustawa memperoleh level mutawassit mereka harus menunggu sampai sekitar bulan Mei, menunggu kelas yang dari level bawah. Demikian juga jika dapat level mutaqqaddim mereka baru bisa masuk di sekitar bulan Juli, dan seterusnya.

Jika Tahdidul Mustawa bisa dilakukan di Pusiba, menurut Atdikbud, setelah diumumkan hasilnya dan tahu level bahasanya, mereka berangkat sesuai jadwal daurah. Sehingga tidak harus menunggu lama di Cairo baru bisa mengikuti kelas daurah lughah, juga dengan demikian keberangkatan ke Cairo tidak harus sekaligus, tapi bisa berangsur-angsur.

Dalam status Face Book Usman Syihab itu, disebutkan jumlah camaba mengikuti Tahdid Mustawa di Mesir ada 859 mahasiswa, laki-ali 607 orang dan perempuan 252 orang. Dan masih ada 81 orang lagi tes susulan sebab belum datang ke Mesir, masih di Indonesia.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa jumlah mahasiswa baru asal Indonesia diterima di Al-Azhar tahun ini  total 1.344 mahasiswa. Mereka terdiri dari 940 (jalur reguler), 240 (jalur Pusiba) dan 164 (jalur beasiswa Al-Azhar).

Atdikbud tetap berharap, agar para camaba yang mengikuti tes Tahdid Mustawa itu mendapatkan level tertinggi sehingga bisa langsung kuliah.

“Mohon doa semoga mereka lulus dengan prestasi yang terbaik. Aamiin.” Tulis diplomat alumnus Al-Azhar Mesir itu. (WST/YNF/US)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.