Home Lembaga Pendidikan Cegah Covid 19, Peserta PUSIBA Diminta Tak Terima Kunjungan Orang Tua

Cegah Covid 19, Peserta PUSIBA Diminta Tak Terima Kunjungan Orang Tua

183
0
SHARE
Kantor PUSIBA di Pondok Gede, Bekasi

Wasathiyyah.com, Bekasi — Penyebaran virus corona baru atau coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia terus meningkat. Guna mencegah penyebaran virus tersebut, pihak Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Jakarta – Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia melakukan langkah-langkah preventif.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan pihak PUSIBA, di antara langkah-langkah tersebut yakni meminta agar peserta PUSIBA tidak menerima kunjungan orang tua atau wali untuk sementara waktu.

Untuk semua pihak di lingkungan PUSIBA diminta tidak melakukan kontak langsung atau kontak fisik langsung (berjabat tangan, mencium tangan, berpelukan) sampai situasi dianggap
kondusif.

Berikut surat pemberitahuan yang diterbitkan PUSIBA, Senin (16/3/2020) dan diteken Direktur PUSIBA Muhammad Arifin, MA:

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dalam upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease (covid-19) di lingkungan asrama, ruang belajar, dan kantor Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Jakarta – Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, dengan hormat disampaikan hal-hal
berikut:

1. Peserta PUSIBA diminta untuk tidak menerima kunjungan orang tua/wali, famili, dan/atau teman dari luar lingkungan PUSIBA untuk sementara waktu hingga ada pemberitahuan
berikutnya.
2. Jika terpaksa harus menerima tamu untuk kepentingan yang mendesak, perlu diadakan pengecekan suhu badan dengan thermometer gun dan sterilisasi ringan menggunakan
hand sanitizer dan disinfektan.
3. Semua barang belanja online yang masuk ke asrama PUSIBA, perlu disterilkan dengan disinfektan.
4. Peserta PUSIBA diminta untuk membatasi keluar asrama dan lingkungan PUSIBA.
5. Semua pihak (manajemen, guru, karyawan, peserta) diminta untuk tidak melakukan kontak fisik langsung (berjabat tangan, mencium tangan, berpelukan) sampai situasi dianggap
kondusif.
6. Semua pihak diminta untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, antara lain dengan sering-sering berwudu atau mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
7. Berdoa kepada Allah swt. agar kita semua terhindar dari bahaya penyakit mewabah ini.

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.