Home Lembaga Pendidikan Tiga Lembaga dari Malaysia Studi Banding ke PUSIBA

Tiga Lembaga dari Malaysia Studi Banding ke PUSIBA

146
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Bekasi—Tiga Lembaga dari Malaysia datang ke Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) untuk melakukan studi banding penyelenggaraan kelas bahasa untuk calon mahasiswa Al-Azhar Mesir. Delegasi berjumlah 8 orang itu, disambut oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia, Dr. Muchlis M Hanafi, MA., Wakil Sekjen OIAA Indonesia Dr. Willi Octavian, direktur PUSIBA Muhammad Arifin, MA., dan para pengajar di PUSIBA.

Kehadiran tiga lembaga, Kolej Pengajian Islam dan Bahasa Arab (Ma’had ad-Dirasat al-Islamiyah wa al-‘Arabiyah [MARSAH]) Johor, Jabatan Agama Islam Negeri Johor (JAINJ), dan Majlis Agama Islam Negeri Johor (MAINJ) ini, bukan hanya studi banding, bahkan akan melakukan kerja sama dengan PUSIBA.

“Kita berharap, kunjungan tiga Lembaga dari Negeri Jiran ini, tidak hanya untuk studi banding saja, melainkan membuahkan kerjasama dan bersinergi dalam melahirkan calon mahasiswa Azhar yang berkualitas.” Kata Direktur PUSIBA Muhammad Arifin, MA., di kantor PUSIBA Bekasi, Senin (6/1/2020).

Muhammad Arifin menceritakan bahwa sebelum 3 lembaga ini, sudah ada 4 lembaga lain yang melakukan kerjasama dengan PUSIBA yaitu OIAA Cabang Malaysia, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit PD Pontren) Kementerian Agama RI, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) di Malang dan Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulillah, sebelumnya sudah ada empat Lembaga yang melakukan kerjasama dengan kita. Ini sebuah amanah dan semoga kami dapat menjalankannya sebaik mungkin.” Kata Muhammad Arifin kepada kru Portal Wasathiyyah.com.

PUSIBA dibentuk oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia dan diresmikan bersama oleh Deputy Grand Shaikh Al-Azhar Dr. Saleh Abbas dan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada 29 Juli 2019.

PUSIBA menyelenggarakan tujuh level kelas kemahiran bahasa Arab yang menjadi syarat masuk berbagai fakultas bagi mahasiswa asing di Universitas Al-Azhar. Dengan mengikuti dan lulus kelas bahasa di PUSIBA, calon mahasiswa akan menerima tanda kelulusan (biasa disebut “ifâdah”) dari Markaz Asy-Syaikh Zayid (biasa disebut “Markaz Lughah”) di Kairo.

Angkatan pertama berlangsung sejak 26 Juli hingga 23 November 2019, jumlah peserta PUSIBA mencapai 240 orang putra dan putri, 30 di antaranya adalah peraih beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren tahun 2019. Saat ini seluruh peserta PUSIBA Angkatan 1 telah diberangkatkan ke Kairo sejak pertengahan Desember 2019 lalu dan sebagian besar sudah mengikuti perkuliahan di fakultas pilihannya.

Angkatan kedua, berjumlah 281 orang putra putri dari berbagai daerah di Indonesia, seluruhnya berada pada level Mubtadi’ Tsani (level 2) dari tujuh level yang harus diselesaikan. Sedangkan untuk Angkatan 3, ujian tahdîd mustawâ (placement test) direncanakan akan dilaksanakan pada 1 Mei 2020, dan kegiatan belajar mengajar dimulai pada Juni 2020.

Tahun 2020 ini, selain fokus membina peserta Angkatan kedua itu, PUSIBA konsentrasi menjalin kerja sama dengan Lembaga lain. Direktur PUSIBA berharap dengan membuka diri ke Lembaga lain, semoga manfaat PUSIBA semakin dirasakan oleh banyak kalangan.

“Tahun ini, selain kita fokus kelas Bahasa di PUSIBA, kita juga mulai membuka diri ke Lembaga lain. Semoga keberadaan PUSIBA semakin dirasakan oleh banyak orang.” Pungkas Muhammad Arifin. (WST/YNF/MA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.