Home Lembaga Pendidikan Haflah Khatmil Qur’an PSQ, Berikan Ijazah Qiraat Riwayat Syu’bah dan Hafsh ‘an...

Haflah Khatmil Qur’an PSQ, Berikan Ijazah Qiraat Riwayat Syu’bah dan Hafsh ‘an Ashim kepada 8 Khadim.

158
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Tangerang–Masjid Bayt Al-Qur’an di kawasan SouthCity, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang dikelola oleh Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), kemaren (Ahad, 5/1) menyelenggarakan Haflah Khatmil Qur’an. Ada delapan khadim (pengabdi Al-Qur’an) yang diijazahkan (mendapat ijazah) dari Syaikh Mahmoud Abdelaziz Ads, ulama Al-Azhar, Mesir, yang memiliki sanad bacaan bersambung sampai kepada Rasulullah saw. Syekh Mahmoud adalah pemegang sanad ke-28.

Berdasarkan perjanjian kerja sama antara Kementerian Agama RI dengan Al-Azha Mesir, Al-Azhar mengirim 35 orang tenaga pengajar dan/atau juru dakwahnya ke Indonesia untuk ditempatkan di lembaga pendidikan, pesantren, kampus, atau pusat-pusat keislaman di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya, Syekh Mahmoud yang ditempatkan di Pesantren bayt Al-Quran sejak hampir dua tahun yang lalu.

Dalam sambutannya mengawali acara itu, Anggota Dewan Pakar PSQ, Muhammad Arifin, MA., mewakili Direktur PSQ, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-Mesir, baik pada tataran pemerintah maupun masyarakat, sudah terjalin baik sejak lama. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945. Mahasiswa Indonesia sudah berdatangan ke Kairo untuk menimba ilmu dari Al-Azhar bahkan jauh sebelum kemerdekaan RI.

Selain itu, pendiri PSQ Dr. M Quraish Shihab adalah alumni Al-Azhar sangat menonjol di Indonesia dan pernah bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Mesir pada masa Presiden BJ Habibie dan kemudian Presiden Abdurrahman Wahid. Quraish kemudian dipercaya untuk menjadi Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia –cabang pertama yang dibuka di luar Mesir—sejak didirikan pada 2010 sampai 2017. Quraish Shihab kemudian digantikan oleh TGB Dr. M Zainul Majdi, mantan Gubernur NTB. Pada masa TGB ini, Al-Azhar Mesir membuka cabang Pusat Bahasa Arab Al-Azhar di Indonesia yang juga merupakan cabang pertama di luar Mesir.

“Jadi, sejarah membuktikan bahwa hubungan Indonesia-Mesir bukan sekadar hubungan basa-basi, tetapi hubungan saling memberi, saling menguntungkan yang terus terjalin dengan baik sampai saat ini,” kata Arifin yang juga Direktur Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA), OIAA, di Jakarta.

Dalam tausiahnya, KH Husnul Hamim, salah seorang pengajar di Pesantren Bayt Al-Qur’an, dekan Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta, mengatakan, “Khatmil Qur’an seperti ini, setahu saya, sangat langka. Mungkin baru yang pertama di Jabodetabek.” Unik, karena memang acara ini bukan pengukuhan atau wisuda penghafal Al-Qur’an 30 juz apalagi 5 atau 10 juz. Ini adalah pengukuhan dan pemberian ijazah hafalan/bacaan Al-Qur’an dengan dua versi (qiraat), yaitu riwayat Syu’bah dan Hafsh ‘an Ashim.

Ada beberapa versi bacaan Al-Qur’an, memang. Bagi orang yang tidak mengetahui ragam itu bisa jadi akan mudah menyalahkan orang ketika membaca Al-Qur’an dengan ragam bacaan yang tidak biasa dia dengar. Pesantren Bayt Al-Qur’an yang seluruh santrinya adalah orang-orang yang sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dari beragam pesantren di Indonesia mencoba memberi perhatian pada ragam bacaan ini. Tidak banyak ulama di Indonesia yang menguasai ragam bacaan Al-Qur’an. Salah satu dari yang sedikit itu adalah KH Ahsin Sakho Muhammad, salah seorang anggota Dewan Pakar PSQ.

Hadir pula pada Khatimil Qur’an ini Oki Setiana Dewi yang berguru mengaji kepada Syekh Mahmoud di Masjid Bayt Al-Qur’an. Dalam sambutannya, Oki mengingatkan para penghafal untuk meluruskan niat menghafal Al-Qur’an agar mendapat keberhakan dan cahaya Al-Qur’an. (WST/YNF/MA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.