Home Lembaga Pendidikan PUSIBA Gelar Pembekalan Camaba Al-Azhar, Begini Pesan Ketua dan Sekjen OIAAI

PUSIBA Gelar Pembekalan Camaba Al-Azhar, Begini Pesan Ketua dan Sekjen OIAAI

111
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jakarta — Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar cabang Indonesia (OIAAI) mengadakan pembekalan calon mahasiswa baru (Camaba) Universitas Al-Azhar asal Indonesia tahun pelajaran 2020-2021 secara daring.

Pembekalan camaba Al-Azhar yang diselenggarakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (4-6/12/2020) itu menghadirkan berbagai pembicara yakni TGB. M Zainul Majdi, Muchlis Hanafi, Abdul Ghofur Maimoen, Afifudin Dimyati, Munir Ikhwan, A. Ginanjar Sya’ban, Irwan Masduqi, M. Aunullah A’la Habib, Habiburrahman El Shirazy, Abbas Mansur Tamam, Iffah Umniati Ismail dan Wirdah Fakhiroh.

Pembekalan tentang wawasan keazharan dan kebangsaan itu bertajuk “Generasi Milenial Al-Azhar: Cinta Islam, Cinta Tanah Air”.

Ketua OIAA cabang Indonesia, Dr. TGB. M. Zainul Majdi mendoakan para camaba yang akan belajar di Al-Azhar Asy-Syarif bisa memanfaatkannya sebaik mungkin.

TGB menyampaikan dua hal terkait pembekalan terhadap calon mahasiswa mahasiswa Universitas Al-Azhar. Pertama, ia meminta para camaba untuk menanamkan kesyukuran.

“Mari tanamkan kesyukuran kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahwa ananda semua diberikan jalan untuk bisa bergabung dalam satu kafilah besar yang disebut Al Azhar Asy Syarif. Ini satu kafilah besar yang berkah dan salah satu tanda keberkahannya yang kita saksikan sekarang Al-Azhar usianya itu lebih sari seribu tahun. Para ulama menyampaikan apa arti keberkahan, salah satu definisinya al istimrar fil khoir jadi ada keberlanjutan dalam kebaikan,” kata TGB dalam sambutannya, Jumat (4/12/2020).

Kedua, lanjutnya, ia menyampaikan ucapan selamat atau tahniah karena pembekalan ini merupakan bagian dari proses untuk mengenal Al-Azhar.

“Kita tahu di dalam Islam kemengertian itu sangat penting, karena itu banyak sekali ayat-ayat dalam Alquran yang menyatakan tidak sama kepahaman dengan ketidakpahaman. Dari kepahaman tentang Al-Azhar itu insya Allah akan melahirkan sifat yang sepatutnya. Kadang-kadang ketika kita berada pada sesuatu yang mulia kita dekat di situ, kita lupa bersikap yang seharusnya. Karena itu misalnya kita tinggal di Kairo kemudian kehilangan adab kepada Al-Azhar. Saya berharap ananda jangan seperti itu,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen OIAA cabang Indonesia, Muchlis Hanafi berharap semua materi yang akan disampaikan selama tiga hari kedepan memberikan wawasan bagi calon mahasiswa sehingga keberadaan teman-teman di Mesir bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Jadi teman-teman ke Mesir itu sudah punya wawasan dan punya orientasi tertentu,” kata Dr. Muchlis.

Menurutnya, para camaba ini sebenarnya sudah menjadi bagian keluarga besar Al-Azhar sejak awal mula mengikuti pendidikan Bahasa Arab di PUSIBA atau Markaz Syekh Zayd Li Ta’limil Lughoh al-Arabiyyah li Ghayr al-Nathiqin biha.

“Dulu sebelum memasuki proses belajar mengajar di PUSIBA kita juga sempat menyampaikan materi orientasi tentang ke-Alazhar-an,” ungkapnya. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.