Home Lembaga Pendidikan Darussalam Bertasbih, Pimpinan Sampaikan Panca Amanat Empat Windu

Darussalam Bertasbih, Pimpinan Sampaikan Panca Amanat Empat Windu

948
0
SHARE
Pimpinan Ponpes Darussalam Kersamanah sedang menyampaikan amanat kepada santrinya pada acara Darussalam Bertasbih di Auditorium Darussalam Senin (31/12/2019)

Wasathiyyah.com, Garut—Pondok Pesantren Darussalam Kersamanah menggelar acara “Darussalam Bertasbih.” Acara untuk menyongsong tahun 2019 dan pembukaan semester 2 Tahun Pembelajaran 2018-2019 ini, kemaren Senin (31/12/2018) diadakan di di Auditorium Darussalam.

Di hadapan ribuan santriwan-santriwati Tarbiyatul Mua’llimien Islamiyyah (TMI), Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Asep Sholahuddin Mu’thie, BA., menyampaikan pesan bahwa sebagai seorang Santri, menghadapi Tahun Baru Masehi jangan hura-hura seperti orang lain, isi dengan bertasbih, berdzikir, baca quran dan kegiatan positif lainnya.

“Kalian sebagai santri, harus beda dengan orang awam. Pergantian tahun, kalian isi dengan mendekatkan diri kepada Allah lewat bertasbih, dzikir, tilawah quran dan amal sholeh lainnya.” Kata pimpinan pondok yang beralamat di Jalan Bandung – Tasikmalaya Via Ciawi KM. 60, tepatnya di kampung Sindangsari Desa Kersamanah Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

Beliau juga menegaskan bahwa sebagai muslim, harus mengetahui dan memahami bahwa kehidupan bukan hanya dunia saja, melainkan juga ada kehidupan akhirat. Oleh sebab itu, jangan pernah lalai dengan dua kehidupan ini.

Selanjutnya, KH. Asep Sholahuddin mengingatkan tentang beberapa bencana di Indonesia, terakhir tsunami Selat Sunda yang mengakibatkan banyak korban di Banten dan Lampung.

Menurutnya, jangan hanya melihat dari sisi lahiriyah saja, jangan hanya melihat fenomena alam saja, seperti bencana yang terjadi. Tapi harus melihat dari sisi metafisik. Bahwa segala bencana yg terjadi akibat dari tangan-tangan manusia itu sendiri. Setiap ada bencana harus diambil hikmahnya. Salah satu hikmahnya, agar manusia bertaqwa kepada Allah SWT.

“Kita harus mengambil hikmah setiap peristiwa. Kita jadikan bencana, supayakita kembali kepada Allah, kembali menjadi manusia beriman dan  bertakwa. Jika penduduk negeri beriman dan bertaqwa, maka Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan dari bumi/” Kata Sang Kiai sambil mengutip Quran surat al-A’raaf [7] ayat 96.

Dalam acara “Darussalam Bertasbih” itu, Pimpinan Ponpes Darussalam menyampaikan tentang Panca Amanat 4 Windu Darussalam. Sejatinya, pondok ini mulai dirintis sejak tahun 1915 oleh almarhum H. Ahmad dan pengelolaanya diserahkan kepada putra beliau KH. Ishaq Asy’ary. Namun, pondok ini secara resmi berdiri dengan nama Darussalam atas restu Pimpinan Pondok Modern Gontor KH. Imam Zarkasyi.

Mulai saat itu didirikanlah tingkat Madrasah Tsanawiyyah (Mts) dengan memakai kurikulum Gontor, kemudian dibantu oleh KH. Asep Sholahuddin Mu’thie, BA. Sekembalinya dari Gontor tahun 1978.

Pada tahun 1986, sekembalinya KH. Cecep Ishaq Asy’ary Mu’thy dari Gontor tepatnya pada tanggal 9 Desember 1986 didirikanlah Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (TMI) dengan santri pertama berjumlah 19 orang.

Dan pada tahun 1995, tepatnya 20 Mei 1995 didirikanlah Pesantren Darussalam Putri yang diresmikan oleh Bupati Garut Drs. H. Toharuddin Gani.

Pertama, Pondok ini maju karena memikirkan sesuatu yg menyentuh kepentingan santri, bukan kepentingan kyai, keluarga dan bukan pula kepentingan yayasan.” Ujar Kiai alumni Pondok Modern Gontor itu.

Beliau melanjutkan, “Kedua, Darussalam dibentuk untuk menjadi tempat berlatih kehidupan. sehingga apa yang dilihat, didengar, dikerjakan dan dirasakan didesain untuk mendidik.”

“Adapun yang ketiga, Pondok maju karena berkahnya keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, kejujuran, kebersamaan dan pengorbanan.” Pesan Beliau kepada anak didik TMI yang baru masuk pondok setelah 10 hari libur di rumah.

Sang Kiai kembali berpesan, “Keempat, jaga nilai-nilai dan prinsip-prinsip pondok. Amalkan dan tanamkan panca jiwa.”

“Dan terakhir, kelima, terus bergerak, jangan berhenti dan jangan pernah berhenti. “Darussalam bergerak mencetak generasi penerus untuk kejayaan ummat dan bangsa”. Sang Kiai mengakhiri amanatnya. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.