Home Kegiatan Alumni Dajjal: Puisi Gus Mus di Halal Bi Halal Alumni Al-Azhar

Dajjal: Puisi Gus Mus di Halal Bi Halal Alumni Al-Azhar

416
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Zoom Meeting–Acara Halal bi Halal Akbar Alumni Al-Azhar se-Indonesia semakin semarak, ketika Kang Abik –panggilan akrab penulis novel Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El-Shirazy– membacakan puisi karya KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berjudul “Dajjal”. Puisi yang ditulis tanggal 14 November 1991 itu dibacakan oleh Kang Abik “di depan” Gus Mus hari ini (Ahad, 5/31) sebagai bentuk cinta dan ta’dhim kepada penulisnya.

Sebelum membacakan puisi, sastrawan alumnus Universitas Al-Azhar Cairo itu, menceritakan bahwa puisi itu sangat istimewa baginya. Sebab 26 tahun lalu, saat Kang Abik masih di Madrasah Aliyah, beliau mengikuti lomba baca puisi tingkat provinsi Jawa Tengah di masjid Baitturrahman Semarang dan puisi tersebut menjadi puisi wajib. Secara spontan Kang Abik memilih puisi itu dan menjadi juara pertama. Dari sanalah, Kang Abik merasa, dalam hal perpuisian atau sastra, menjadi santrinya Gus Mus.

“Izinkan saya membacakan puisi yang sangat istimewa bagi saya. Sebab, lewat puisi ini saya menjadi juara puisi tingkat Jawa Tengah,” Kang Abik mengenang kejadian tahun 1994 lalu.

Kepada kru Wasathiyyah mengungkapkan alasannya tidak membaca puisi ciptaan sendiri, sebab hal itu sebagai bentuk cinta dan penghormatan Kang Abik kepada Gus Mus.

“Ini sebagai hubban wa ta’dhiman, karena cinta dan ta’dhim kepada Gus Mus, saya pilih membaca puisi beliau, tidak baca puisi saya sendiri,” kata Kang Abik dengan kerendahan hati.

Seperti apakah puisi tersebut?

Mari kita baca:

DAJJAL

Hoahaha hahahoa
Bermata satu berlisan ganda
Bertelinga satu bertangan sejuta
Hoahaha sungguh perkasa
Hoahaha hahahoa
Hahahoa menggenggam sorga
Hoahaha menimang neraka
Hoahaha hahahoa
Hahahoa mengajarkan hak asasi
Hoahaha menebarkan intimidasi
Hahahoa menatarkan demokrasi
Hoahaha mengamalkan tirani

Hoahaha hahahoa
Mengibarkan panji kemanusiaan
Dan merobek-robeknya
Hoahaha hahahoa
Menyuarakan kebenaran
Dan memenjarakannya
Hoahaha hahahoa
Mencanangkan peradaban Dan mencincangnya
Hoahaha hahahoa
Guritamu hoahaha gulitaku
Serakahmu hahahoa sekaratku
Seterumu hoahaha sekutuku
Pengaruhmu hahahoa pembunuhku
Pelurumu hoahaha peluruhku
Nirwanamu hahahoa nerakaku
Hahahoamu hoahaha hoahahaku
Ha
ha ha
Hoa hoa

Aksi sastrawan dan cendikiawan Indonesia yang memiliki reputasi internasional itu mendapatkan applause dari partisipan Zoom Meeting. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 12 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.