Home Kegiatan Alumni OIAA Indonesia dan Malaysia Jalin Kerja Sama Pembinaan Bahasa Arab lewat PUSIBA

OIAA Indonesia dan Malaysia Jalin Kerja Sama Pembinaan Bahasa Arab lewat PUSIBA

147
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Bekasi—Meskipun baru berdiri lima bulan, Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA), Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, tampaknya menarik perhatian banyak kalangan. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di luar negeri. Sehingga Ketua OIAA Cabang Malaysia Dato Fakhruddin bin Mhd Ali Mukti, hari ini (Senin, 30/12/2019) datang ke kantor PUSIBA untuk menjalin kerja sama.

Dato Fakhruddin bin Mhd Ali Mukti mengungkapkan bahwa memiliki kepedulian yang sama terhadap peningkatan kemampuan Bahasa Arab calon mahasiswa Al-Azhar.

“Kami di Malaysia, punya kepedulian sama terhadap peningkatan kemampuan Bahasa Arab bagi calon mahasiswa Al-Azhar Mesir.” Kata Dato Fakhrudin di kampus PUSIBA, Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat.

Kehadiran OIAA cabang Malaysia itu, disambut gembira oleh ketua OIAA cabang Indonesia, TGB. Dr. M. Zainul Majdi, MA.

“OIAA Indonesia siap berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan OIAA Malaysia dalam pembinaan dan penguatan Bahasa Arab bagi calon mahasiswa Al-Azhar asal Asia Tenggara.” Ungkap TGB dalam acara pertemuan antara OIAA cabang Indonesia dan Malaysia.

Tentu saja tawaran dari TGB tersebut, mendapat sambutan hangat dari Dato Fakhruddin. Beliau menceritakan bahwa Pemerintah Johor , Malaysia, sudah menjajaki kemungkinan dibukanya cabang Pusat Bahasa Arab Al-Azhar di Johor dan sudah dicapai pula kesepakatan dengan Al-Azhar.

“Karena itu, kami datang ke Indonesia sini hari ini, dan pekan depan akan ada tim teknis lain akan datang ke PUSIBA untuk mendiskusikan lebih jauh hal-hal berkaitan dengan pelaksanaan kelas bahasa Arab.” Ujar alumnus Universitas Al-Azhar asal Negeri Jiran itu.

Kerjasama dua OIAA rumpun Melayu ini, sangat penting, sebab semua calon mahasiswa asing yang ingin masuk kuliah di Universitas Al-Azhar disyaratkan mengikuti matrikulasi Bahasa Arab (kelas Bahasa Arab) di Pusat Bahasa Al-Azhar, Kairo. Efek dari kebijakan itu, tidak jarang calon mahasiswa harus menunggu beberapa bulan lamanya. Dengan dibukanya PUSIBA sebagai cabang dari Al-Azhar, calon mahasiswa Indonesia tidak harus mengikuti kelas Bbahasa Arab di Kairo, tetapi cukup di Indonesia, di PUSIBA.

PUSIBA adalah cabang Pusat Bahasa Arab Al-Azhar Mesir yang pertama dibuka –dan saat ini adalah satu-satunya—di luar Mesir. PUSIBA diresmikan bersama oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Deputy Grand Sheikh Al-Azhar Dr. Saleh Abbas pada 29 Juli 2019.

Dalam pertemuan silaturahmi itu hadir pula Wakil Ketua OIAA Indonesia Ikhwanul Kiram, Sekjen OIAA Indonesia Muchlis M Hanafi, Wakil Sekjen OIAA Indonesia Willi Octavian, Direktur PUSIBA Muhammad Arifin, Dewan Guru dan manajemen PUSIBA. Sedangkan dari Malaysia, hadir pula Datin Zahara, pengurus OIAA Malaysia.

Selain dari OIAA cabang Malaysia, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit PD Pontren) Kementerian Agama RI juga menjalin kerja sama dengan PUSIBA untuk penguatan bahasa Arab bagi 30 (tiga puluh) orang santri dari seluruh Indonesia penerima beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag RI tahun 2019-2020.

Santri penerima beasiswa PBSB Kemenag itu, saat ini telah menyelesaikan penguatan Bahasa Arab dari level Mutawassith Awwal (level 3) sampai Mutamayyiz (level 7) di PUSIBA dan telah langsung diterima kuliah di fakultas pilihannya masing-masing di Universitas Al-Azhar bersama 240 peserta PUSIBA Angkatan 1 lainnya.

Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) di Malang juga menjalin kerja sama dengan PUSIBA dengan mengirim lima orang siswanya yang akan melanjutkan studi keislaman di Universitas Al-Azhar ke PUSIBA untuk mengikuti program penguatan Bahasa Arab. Saat ini kelima kader sekolah tersebut sedang mengikuti prorgam PUSIBA di level Mubtadi Tsani (level 2) bersama peserta lainnya dari seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 281 orang.

Tak hanya itu, Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur juga memberi kepercayaan kepada PUSIBA untuk menangani penguatan Bahasa Arab peraih beasiswa LPPD Jawa Timur program kuliah S1 studi keislaman di Universitas Al-Azhar, Kairo. Direncanakan, LPPD akan mengirim 50 (lima puluh) orang kadernya ke PUSIBA pada angkatan ketiga, Mei 2020. Seperti halnya kerja sama dengan Dit PD Pontren Kemenag RI, kerja sama dengan LPPD Jawa Timur juga meliputi pengurusan pemberkasan dan keberangkatan calon mahasiswa ke Kairo.

Kerja sama keempat Lembaga tersebut, menurut Direktur PUSIBA, Muhammad Arifin, MA., merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga oleh PUSIBA sehingga melahirkan calon mahasiswa Al-Azhar Mesir yang memiliki kemampuan Bahasa Arab bagus, lebih penting lagi memiliki wawasan keislaman wasathiyyah dan mencintai bangsa.

“Kerja sama ini adalah amanah dan kepercayaan yang harus kami jaga. Semoga lulusan PUSIBA, selain memiliki kemampuan Bahasa Arab bagus, juga memiliki pemahaman keislaman wasathiyyah dan mencintai bangsa.” Pungkas Muhammad Arifin. (WST/YNF/MA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.