Home Kegiatan Alumni Dapur Askar Kauny Memasak Saat Banjir

Dapur Askar Kauny Memasak Saat Banjir

498
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Banten–Setelah diterjang tsunami, banjir menghantam Banten. Air keruh berwarna kecoklatan itu, bukan hanya sisa air laut meluap saat tsunami tanggal 22 Desember 2018 lalu, melainkan juga datang dari sungai. Rumah-rumah di daerah Pandeglang semuanya banjir. Beberapa Dapur Umum –salah satunya Dapur Umum Askar Kauny Peduli Banten-Lampung– untuk membantu para korban musibah tsunami Selat Sunda, juga terkena banjir.

Para chef atau koki tetap semangat memasak, meskipun kaki mereka tenggelam hampir ke lutut. Dari sehari mereka memasak 1.500 porsi, 750 untuk siang dan 750 untuk malam, sedangkan sarapan pagi dengan mie instan. Energi juru masak yang sebelumnya tugas di Lombok dan Palu itu mengucur bagaikan air hujan, sebab mereka mengharapkan ridha Allah dan peduli kepada umat manusia.

“Saya semangat lillah dan peduli umat.” Jawab salah seorang koki Dapur Umum Askar Kauny ketika ditanya oleh Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Selanjutnya, hari ini Jumat (28/12/2018) Usbob –panggilan akrab Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.– lewat vlog melaporkan pandangan matanya dari depan masjid al Ittihad jalan Jendral Sudirman Labuan Pandeglang – Banten bahwa para pengungsi membutuhkan makanan, minuman dan pakaian.

“Kami membutuhkan makanan, mie instans, makanan bayi, susu, minuman mineral, pakaian, selimut dan yang lainnya.” Kata salah satu ketua RW di daerah Labuan.

Usbob sebagai ketua Yayasan Askar Kauny memberikan peluang kepada siapa saja untuk berpartisipasi meringankan beban para korban. Ustadz asal Krui Pesisir Barat Lampung itu menyarankan bantuan dalam bentuk uang, supaya uang ini bisa dibelikan sesuai dengan kebutuhan korban.

Bagi siapa siapa yang terbuka hatinya untuk membantu para korban, kata Usbon, bisa di salurkan ke nomor ini: Bank Mandiri 13300-1347-8359 atas nama Askar Kauny. Ketika transfer tambah angka 23 di ujung nomimal, kata penemu metode Menghapal Quran Semudah Tersenyum ini, sebagai tanda ini bantuan untuk tsunami Banten-Lampung.

“Bantuan, lebih baik uang, sebab kalau langsung berbentuk barang, untuk pengirimannya aja membutuhkan transportasi.” Pungkas alumni Universitas al-Azhar Mesir tersebut. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.