Home Kegiatan Alumni Alumni Al Azhar Mesir Sepakat Bentuk FPLPA

Alumni Al Azhar Mesir Sepakat Bentuk FPLPA

578
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Tegal – Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Pepatah ini menggambarkan semangat para peserta Kongkow & Silaturrahim Alumni Al-Azhar Mesir pada hari Ahad (28/04/2019) di hotel Bahari Inn, Tegal. Yang hadir, mayoritas berkecimpung di dunia pendidikan dan pesantren.

Acara silaturahim ini, selain untuk konsolidasi anggota Azhary Travel Partners (ATP), juga untuk me-launcing ide pembentukan Forum Pengelola Lembaga Pendidikan Alumni Al-Azhar (FPLPA). Sebagai narasumber, dua mantan aktifis Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, mantan ketua PPMI 1996/1997 Hamzah Hasan dan  mantan ketua MPA PPMI tahun 1996/1998 Didik L. Hariri.

Menurut Hamzah Hasan, selama ini para alumni Al-Azhar Mesir yang berkhidmah di dunia Pendidikan, baik sekolah maupun pesantren, belum memiliki wadah untuk berjuang bersama. Di sinilah butuh wadah untuk berkolaborasi dan bersinergi.

Alumni asal Sulawesi berdomisili di Bandung itu menjelaskan bahwa para alumni yang mengelola Lembaga Pendidikan membutuhkan pendampingan, terutama di bidang: hukum dan notariat kelembagaan, bantuan kelembagaan, manajemen kelembagaan dan kurikulum berbasis manhaj wasathiyyah.

“Tidak bisa kita pungkiri, pilres membuat alumni terpolarisasi dalam dua kubu, head to head, antar pendukung calon presiden yang berbeda. Oleh sebab itu, inilah momentum bagi kita semua untuk kembali kepada agenda besar kita, yaitu membina umat,” ajak Hamzah Hasan.

Managing Director of Syafana Islamic School Tangerang Nanang Firdaus membenarkan pernyataan Hamzah Hasan bahwa para alumni yang memiliki sekolah dan pesantren memang membutuhkan pendampingan, sebab kebanyakan lembaga pendidikan milik alumni ini masih lemah di bidang manajemen dan administrasi.

“Menurut penilaian saya, kita memang harus mengakui bahwa selama ini memang memiliki kelemahan, terutama di bidang manajemen dan adiministrasi,” ujar alumni Universitas Al-Azhar asal Cirebon itu.

Imam Jazuli juga memberikan masukan bahwa untuk menjawab beberapa persoalan yang dikemukan oleh Hamzah dan Nanang, maka harus ada agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para alumni pengelola lembaga pendidikan.

“Saya usul, untuk merealisasikan gagasan kita ini, kita adakan agenda Bimtek aja,” usul pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia yang beralamat di Jl. KH. Anas Sirojuddin, Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon.

Tentu saja gagasan dan usulan dari para peserta itu mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia, TGB (Tuang Guru Bajang), Dr. M. Zainul Majdi, MA.

Beliau didampingi bendahara OIAA cabang Indonesia ikut dalam acara Kongkow dan Silaturahim ini, setelah menghadiri acara Grand Opening PT. Najah Tour & Travel Cabang Tegal.

Bahkan TGB, menunjuk pencetus ide Didik L. Hariri agar bisa merealisasikan berdirinya forum tersebut agar para alumnus Al-Azhar yang berkecimpung di dunia pendidikan bisa menjadi lebih ringan dalam mengelola lembaganya.

“Saya apresiasi dan dukung penuh, setelah berdirinya ATP, dan sekarang dilauncing FPLPA. Agar ide ini terwujud, saya tunjuk saudara Didik L. Hariri untuk menjadi komandannya,” kata TGB sambal tersenyum. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.