Home Kegiatan Alumni Ingat, Besok Bedah Buku Wasathiyyah di Masjid Bayt al-Quran!

Ingat, Besok Bedah Buku Wasathiyyah di Masjid Bayt al-Quran!

562
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Tangerang—Di dunia ini, tidak ada kebetulan. Semuanya atas pengetahuan, keinginan dan kekuasaan Allah SWT. Inilah takdir. Begitu juga dengan Bedah Buku Wasathiyyah dan Bintang Tanda Kehormatan Tingkat Pertama bidang Ilmu Pengetahuan dan Seni dari Pemerintah Mesir. Keduanya berhubungan dengan sosok ini: Prof. Dr. Quraish Shihab. Inilah takdir.

Semula yang akan membedah buku berjudul Wasathiyyah, Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama adalah Dr. Faried Saenong, namun takdir Allah berkata lain, beliau berhalangan dan digantikan oleh Ustaz Romli Syarqawi Zain, MA. Lagi-lagi takdir Allah bermain, seandainya yang mengisi Dr. Faried Saenong, belum tentu Kru Portal Wasathiyyah bisa menghubungi beliau, justru ketika pembedahnya Ustaz Romli, memudahkan Kru untuk berkomunikasi.

“Harusnya bukan saya, tapi Dr. Faried Saenong. Tiba-tiba beliau tidak bisa hadir, jadilah saya korban.” Kata  Lora Romli –panggilan akrab Ustaz Romli Syarqawi Zain–  kepada Kru Portal Wasathiyyah dengan sedikit bercanda.

Ustadz kelahiran Sumenep Jawa Timur itu mengungkapkan bahwa momentum bedah buku dan penghargaan dari pemerintah Mesir kepada Prof Quraish Shihab memberikan banyak inspirasi kepadanya. Di mata alumnus IAIN Jakarta jurusan  tafsir dan hadis itu, Prof Quraish Shihab adalah orang yang sangat gigih dan konsisten dengan manhaj Wasathiyyah ala Azhary.

Sewaktu belajar di Universitas Al-Azhar Mesir, kata Lora Romli, Prof Quraish Shihab sangat serius belajar kepada ulama-ulama Al-Azhar dan ulama-ulama Mesir. Hasil belajar itu, beliau bawa pulang ke Indonesia dan beliau terapkan di semua pemikiran, tindakan, dan wujudkan dalam gerakan nyata melalui Pusat Studi Quran (PSQ).

Di tengah kesibukan Prof Quraish Shihab mengelola PSQ dan aktivitas lainnya, beliau tetap peduli dengan persoalan-persoalan bangsa dan menawarkan solusi melalui buku-buku. Ini  sebuah sumbangan intelektual yang nyata, berlandaskan Quran dan sunnah, dengan spirit wasathiyyah di semua aspeknya.

“Sumbangsih ilmu, pemikiran dan karya itu, menempatkan beliau sebagai tokoh nasional, regional, bahkan internasional. Jadi wajar, kalau beliau mendapat penghargaan dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri.” Ujar Lora Romli yang pernah kuliah S2 di Universitas Al-Azhar Mesir dan sekarang sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Jakarta.

Diantara sekian banyak karya Prof Quraish Shihab, adalah buku Wasathiyyah, Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama yang akan dibedah besok. Buku terbitan Lentara Hati ini, bermula dari permintaan Menteri Agama kepada Prof Quraish Shihab mengisi acara Halalbihalal pada 14 Juni 2019. Acara yang dihadiri oleh pejabat Kamenag dan Rektor-rektor UIN dan IAIN seluruh Indonesia itu, mengangkat tema “Moderasi: “Apa dan Mengapa”.

Menurut Lora Romli, buku 190 halaman –berisi apa, mengapa dan bagaimana menerapkan wasathiyyah– itu seakan-akan luapan kegelisahan Prof Quraish Shihab selama ini, sekaligus solusi yang beliau ajukan untuk persoalan keagamaan di Indonesia.

“Buku ini, selain mengisi kekosongan literatur tentang wasathiyyah, juga memberikan gambaran lebih terang tentang apa itu wasathiyah yang sekarang didengungkan di mana-mana, namun belum begitu banyak yang betul-betul memahaminya, apalagi mengaplikasikannya.” Kata pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu.

Selanjutnya, Lora Romli menegaskan bahwa selain sebagai triger untuk memicu diskusi-diskusi berikutnya tentangg wasathiyyah, buku itu berhasil memberikan pondasi yang memadai sebagai petunjuk bagaima Muslim seharusnya beragama sacara wasathiyyah.

Oleh sebab itu, kata pengurus Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA), acara bedah buku besok (Rabu, 29 Januari 2019) pukul 10.00 – 11.00 WIB di Masjid Bayt al-Quran –Jalan Raya Southcity Selatan, Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan Banten—sangatlah penting bagi siapa yang ingin memahami lebih dalam tentang wasathiyyaat al-Islam, moderasi Islam.

“Acara ini untuk umum, silahkan siapa saja yang ingin berdiskusi tentang wasathiyyah, merapat.” Pungkas Lora Romli. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.