Home Kegiatan Alumni Rangkaian Konferensi Internasional UIN Bandung, Prodi Ilmu Hadis Gelar Webinar Soal Pandemi...

Rangkaian Konferensi Internasional UIN Bandung, Prodi Ilmu Hadis Gelar Webinar Soal Pandemi dan Moderasi

318
0
SHARE
Ketua Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Dr. Agus Suyadi Raharusun, Lc, M.Ag (tengah)

Wasathiyyah.com, Bandung — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Konferensi Internasional bertajuk The 2nd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media 23-27 November 2020. Kegiatan itu diisi dengan berbagai acara di antaranya webinar atau diskusi dalam jaringan (daring).

Hari ke-4 konferensi internasional atau Kamis (26/11/2020), Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Bandung menyelenggarakan webinar internasional bertajuk Islam wa Fahmi Sunnah fi Ashri Insjijam Diini (Islam & Understanding Sunnah in Age Harmoni Religius). Hadir sebagai narasumber Dekan Islamic Sciencies Passion Internasional University of Sciencies, Art and Development di Amerika, Dr Ismail Ahmad. Kampus tersebut sebelumnya pernah mendatangani MOU dengan Prodi Ilmu Hadis UIN SGD Bandung.

Acara ini berlangsung selama 4 sesi, dimulai dari pukul 09:00-16:00 dan menghadirkan dua keynote speaker. Dr. Ismail Ahmad, University (PIUSAD) Marocco dengan judul presentasi “Hadith and Muslim Response over Pandemic Issues” menjadi keynote speaker pertama. Sementara Ketua Prodi Ilmu Hadis Dr. Agus Suyadi Raharusun, Lc, M.Ag dan Dosen UIN SGD Bandung Dr. Dadah, M.Ag dengan judul presentasi “Scientific Background of Contemporary Hadis Critic In Understanding Moderated Hadis” menjadi keynote speaker kedua. Acara ini dipandu Dr. Reza Pahlevi Dalimounthe, Lc.M.Ag, Sekretaris Jurusan Ilmu Hadis.

Dalam sambutannya, Dr Agus menyatakan bahwa terma harmoni berdimensi tidak saja pada kondisi interaksi eksternal antar umat beragama tapi juga dimensi interkoneksi cabang keilmuan modern dalam memahami hadis nabi.

“Intinya ada keharmonisan intelektual dalam membentuk iklim akademi profetik,” kata Dr. Agus.

Hal itu juga selaras dengan presentasi yang diungkapkan Dr Ismail soal pemahaman hadis tentang wabah yang perlu pendekatan kajian ilmu sosial, antropologi dan medis.

“Ini penting mengingat kontekstualisasi pemahaman diperlukan dalam pemahaman teks hadis dengan melibatkan banyak cabang ilmu. diperlukan pendekatan sosiologis dan medis dalam memahami hadis-hadis wabah untuk menguatkan cabang i’jaz sunnah pada era Covid 19 ini,” beber Dr Ismail yang juga merupakan Hadeth Lecturer di Firdaus Center Maroko.

Dr. Dadah meletakkan beberapa pondasi kritik hadis yang diperlukan pada pengkaji hadis modern. “Sikap moderasi beragama merupakan langkah tepat menyusul intensitas konflik yang muncul beraroma teks hadis,” terangnya.

Webinar conference ini dilanjutkan dengan sesi berikutnya yakni persentasi dari pemakalah yang terpilih di antaranya untuk diterbitkan di Jurnal Diroyah milik Prodi Ilmu Hadis UIN SGD Bandung. Tercatat lebih dari 10 paper yang masuk untuk kemudian diberikan komentar pada sesi paralel diskusi yang disupervisi dan dikomentari dua guru besar Hadis UIN Bandung yakni: Prof. Dr. Tajul Arifin, MA dan Prof. Dr. Najib, M.Ag.

Beberapa topik artikel paper hadir beriklim pendekatan modern dan kontemporer dari para peserta antara lain, Diskursus Etinsitas dalam Studi Hadis, Hadith As The Sourche of the Prophet’s History, Good-looking” on Hadith and social religious perspective, Hermeneutics of Hadith and Popular Culture. Juga ada Takhrij and Syarah Hadith About Agrotechnology dan Praktik Bersalaman Dengan Siku Di Era Covid-19: Hadis Ditinjau Dari Teori Maqashid Syari’ah.

“Alhamdulillah acara konferensi ini berakhir dengan sukses dan semoga bisa menjadi manfaat dan maslahat untuk semua yang turut hadir maupun tidak hadir dalam acara ini,” tutur Dr. Agus.

Konferensi internasional ini dibuka Rektor UIN Sunan Gunung Djati Dr. Mahmud, M.Si yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag. Turut Hadir dan memberi sambutan juga Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag.

Ketua panitia Dadang Darmawan melaporkan, konferensi ini menghadirkan para pemakalah utama dari berbagai universitas dunia, yakni Eropa, Amerika, Australia, dan Malaysia. Tampil juga para pemakalah pendamping dari dalam negeri. Presenter pada konferensi ini terseleksi 318 orang.

“Peserta lebih dari 500 orang, namun kapasitas virtual meeting terbatas hanya 500 Orang. Karena itu, kami atas nama panitia mohon maaf atas segala keterbatasan,” kata dia.

Sederet narasumber kunci hadir dalam acara ini antara lain: Prof Muhamad Ali dari University of California, Amerika Serikat; Adis Duderija, Griffith University, Queensland, Australia; Prof Khadijah binti Mohd Khambali, Academy of Islamic Studies, University of Malaya, Malaysia; Ismail Ahmed, Passion International University (PIUSAD), Morocco; dan Prof. Etin Anwar Hobart and William Smith College, Amerika Serikat. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.