Home Kegiatan Alumni TGB Hadiri Wisuda dan Ulang Tahun Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

TGB Hadiri Wisuda dan Ulang Tahun Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

1054
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jombang – Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., menghadiri acara Muwada’ah Wisuda Purnasiswa dan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-66 Madrasah Muallimin-Muallimat Tambakberas Jombang.

Di hadapan 218 wisudawan-wisudawati, siswa-siswi, ortu/wali murid, dan keluarga besar –salah satu– pondok pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur itu, TGB sebagai pembicara utama menyampaikan bahwa para guru dan ulama beberapa pesantren di Indonesia adalah satu perguruan dan satu persahabatan. Oleh sebab itu, kehadiran mantan gubernur NTB ini, bukan hanya memenuhi undangan panitia, melainkan untuk menyambung silaturahim yang telah dijalin oleh orangtua dan guru mereka.

“Dulu kakek saya Maulana Syaikh, Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainul Abdul Madjid bercerita, bahwa memiliki teman seperguruan di Mekah berasal dari pulau Jawa, termasuk para masyaikh di Tambakberas ini. Oleh sebab itu, saya hadir di sini, untuk melanjutkan persahabatan mereka dahulu.” kata ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia hari ini (Sabtu, 27/04/2019) di Ponpes Bahrul Ulum Jombang.

Selanjutnya, TGB berpesan kepada wisudawan-wisudawati agar menjaga pipa-pipa ilmu. Air yang jernih di hulu akan tetap jernih sampai ke hilir, manakala pipa-pipanya bersih. Sebaliknya, apabila pipanya kotor dan bocor, maka air yang sampai itu menjadi kotor. Cara menjaga pipa itu adalah silaturahim dan keadaban kepada para guru.

“Ketika belajar kepada masyayikh yang sampai kepada tabi’in dan sahabat, bahkan kepada Rasulullah, pada hakikatnya kita sedang membangun pipa ilmu. Sekecil apapun ilmu yang terima dari sanad yang jelas, maka aliran ilmu ini insya Allah jernih. Jangan kita kotori pipa ilmu ini. Dan, cara kita menjaga pipa ilmu ini adalah silaturahim dan keadaban kepada para guru, atau talaqqi,” ujar doktor alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Dalam pagelaran di pesantren yang dirintis oleh ulama pendekar, bernama Abdus Salam –lebih dikenal dengan panggilan Mbah Shoichah– tahun 1838 M itu, dari pihak pesantren tampak hadir Ketua Majlis Pengasuh KH. Hasib Wahab Chasbulloh, anggota Majlis Pengasuh KH. M. Djamaluddin Ahmad, Ketua Umum Yayasan KH. M. Wafiyul Ahdi, SH., M.Pd.I, Kepala Madrasah KH. Abdul Nashir Fattah Hasyim Wakil Kepala Madrasah I KH. Abdul Rohim, SH., M.Si., dan Wakil Kepala Madrasah II KH. Mohamad Imron Rosyadi, S.Pd.I.

Sedangkan TGB didampingi oleh sekretaris jenderal sekaligus Ketua Lajnah Pentashih al-Quran Kamenag Dr. Muchlis M. Hanafi, MA., bendahara Muhammad Arifin, MA., dan anggota OIAA cabang Indonesia sekaligus Managing Director of Syafana Islamic School Tangerang Nanang Firdaus, Lc. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.