Home Kegiatan Alumni TGB Bersama Alumni Al-Azhar Jombang: Inilah Tugas Azhary

TGB Bersama Alumni Al-Azhar Jombang: Inilah Tugas Azhary

506
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jombang – Setelah menjadi pembicara utama dalam acara Muwada’ah Wisuda Purnasiswa dan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-66 Madrasah Muallimin-Muallimat Tambakberas Jombang, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., menghadiri acara Silaturahim Keluarga Alumni Al-Azhar Jombang pada hari yang sama (Sabtu, 27/04/2019) di Ponpes Darul Ulum Rejoso.

Setiapkali TGB mengisi acara di berbagai daerah, beliau menyempatkan diri untuk silaturahim kepada anggota Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia yang berada di daerah tersebut. Begitu juga hari ini, Ketua OIAA cabang Indonesia, meluangkan waktu bertemu dengan para alumni Al-Azhar di daerah berjulukan “Kota Beriman” (bersih, indah, dan nyaman).

Dalam acara kongkow bersama Azhary Jombang ini, TGB menjelaskan kedudukan dan fungsi OIAA cabang Indonesia bahwa OIAA cabang Indonesia merupakan amanah dari Al-Azhar di Mesir untuk menyampaikan risalah al-Azhar di Indonesia, sehingga organisasi OIAA tidak seperti ormas lain yangg bisa mengubah kepengurusan atau hal-hal penting melalui musyawarah, melainkan ditunjuk dan ditugaskan langsung dari Al-Azhar.

“Kita di Indonesia dapat amanah dari Al-Azhar untuk membuka kantor tetap alumni Al-Azhar. Kita tidak seperti ormas lain yang bisa mengubah kepengurusan atau hal-hal penting melalui musyawarah. OIAA lebih merupakan penugasan, pemberian tugas dari Al-Azhar,” ujar TGB di hadapan para anggota OIAA di Jombang.

Lebih dalam lagi, TGB memaparkan tugas para alumni Universitas Al-Azhar Mesir yaitu mengokohkan wasathiyyat al-Islam di Bumi Pertiwi. Wasathiyyah ala Al-Azhar ini meliputi tiga unsur pokok ajaran Islam: akidah, syari’ah dan akhlaq. Dalam bidang akidah menganut pemahaman Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari (873-935 M), dalam bidang syari’ah atau fiqih menggunakan empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) terutama madzhab Imam Muhammad Idris asy-Syafi’i, dan dalam bidang akhlaq atau tasawuf merujuk pada ajaran Imam al-Ghazaly dan Imam Junaidi.

“Ketika kita bicara wasatiyyah, kita mengikuti Asy’ariyyah dari segi akidah, empat mazhab dari segi fikih, dan Al-Ghazali dan Junaid dalam hal tasawuf,” ujar TGB.

TGB juga menceritakan bahwa Grand Syaikh Al-Azhar selalu menegaskan bahwa kekerasan atas nama agama dan rusaknya tatanan sosial diantaranya karena adanya tatharruf fikri.

Kemudian TGB menegaskan bahwa perjuangan ta’zizul washatiyyah tidak hanya untuk umat Islam saja, melainkan juga untuk kemaslahatan manusia. Bahkan beliau menilai bahwa carut-marut perpolitikan di Indonesia berawal dari orang-orang berbicara agama, namun tidak memahami Islam dengan benar.

“Kekacauan serta hiruk-pikuk politik selama ini, secara umum disebabkan oleh penyalahgunaan khitab diny oleh orang-orang yang tidak punya kapasitas di sana. Dan inilah adalah tugas Azhary,” pungkas TGB dalam pertemuan itu. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.