Home Kegiatan Alumni Wasathiyah Center PAAM Jabar Beri Penghargaan kepada KH Ishak Farid

Wasathiyah Center PAAM Jabar Beri Penghargaan kepada KH Ishak Farid

340
0
SHARE
Pemberian Wasathiyah Literasi Award kepada (Alm) KH. Ishak Farid dan Launching Literasi Sehat di Sekretariat PAAM Jabar, Bandung, Sabtu (25/5/2019)

Wasathiyyah.com, Bandung — Wasathiyah Center Paguyuban Alumni Al Azhar Mesir Jawa Barat (PAAM Jabar) memberikan penghargaan kepada salah satu pimpinan Pesantren Cintawana, Singaparna yakni (alm) KH Ishak Farid sebagai ‘Tokoh Literasi Jawa Barat’.

Pemberian penghargaan dilakukan dalam acara ‘Yaumul Azhar’ atau peringatan 1079 tahun Al-Azhar Al-Sharif dan launching Literasi Sehat di Sekretariat PAAM Jabar, Jalan Ciporeat, Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2019).

Penghargaan diberikan langsung Direktur Wasathiyah Center PAAM Jabar Abbas Mansur Tamam dan diterima cucu KH Ishak Farid, sebagai perwakilan pihak keluarga.

Menurut Dr. Abbas pemberian penghargaan terhadap para pengampu budaya literasi ternyata sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah.

“Saya mendapatkan sebuah hadis yang diriwatkan Imam At Tirmidzi dan beliau (Imam At Tirmidzi, red) mengatakan hadis ini adalah hadis hasan shahih,” sebutnya.

Ia melanjutkan, Rasulullah mengumumkan tujuh orang yang paling berprestasi pada masanya. Dia menerangkan, program Rasul kala itu pengembangan akhlakul karimah dan pengembangan budaya literasi, dan tujuh orang sahabat yang paling berprestasi itu diklasifikasikan ke dalam dua kelompok tadi itu.

“Kelompok pertama merupakan kelompok yang paling utama, yaitu pengembangan akhlakul karimah dan itu dicapai oleh Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khatab dan Ustman bin Affan sehingga Rasulullah bersabda, arhamu ummati li ummati Abu Bakrin ‘orang yang paling memiliki sifat belas kasihan di kalangan umatku terhadap umatku adalah Abu Bakar’, wa asaddu fi amrillah Umar ‘dan yang paling tegas dalam menjalankan perintah Allah itu Umar’, wa asdaqul haya an Utsman, ‘yang paling benar sifat malunya itu adalah Ustman’, di sini bab akhlak,” bebernya.

Tetapi yang keempat, jelas dia, Rasulullah menyebutkan bahwa wa akrauhum Ubay, ‘Paling ahli di bidang qiraat adalah Ubay yaitu Ubay bin Ka’ab, yang pada gilirannya beliau menjadi mentor dari para ahli tafsir di kalangan masyarakat Madinah sehingga mendirikan sebuah madzhab madrosatul ahli Madinah.

“Kelima wa afraduhum Zaid, ‘Yang paling ahli di bidang faraid adalah Zaid bin Tsabit dan keenam wa ‘allamu bil halali wal harami Muadz, ‘yang paling tahu halal dan haram Muadz bin Jabal. Ketujuh Rasulullah menutup kembali dengan bab akhlak ala inna likulli ummatin amina wa aminu hadzihil ummah Abu Ubaidah bin Al Jarrah, ‘bahwa setiap umat itu memiliki orang yang bisa dipercaya dan yang paling bisa dipercaya dari umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al Jarrah,” papar alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini.

Ia menuturkan, hadis pengumuman tetang tujuh sahabat yang paling berprestasi itu mengindikasikan bahwa memang ada proyek literasi yang diemban di dalam setiap program Rasulullah SAW.

“Justru kalau kita mengkaji sejarah bagaimana kondisi literasi sebelum Islam dan setelahnya, kita bisa mengatakan sebelum Islam kita akan bisa mengatakan nyaris tidak ada literasi. Setelah Islam itulah budaya literasi berkembang sedemikian rupa,” ucapnya.

Pemberian Wasathiyah Literasi Award kepada KH Ishak Farid juga disaksikan Ketua PAAM Jabar Agus Suyadi Raharusun dan Sekjen PAAM Jabar Zainurrofieq serta jajaran pengurus PAAM Jabar. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.