Home Kegiatan Alumni Peringatan 1079 Tahun Al Azhar, PAAM Jabar Launching Program Literasi Sehat

Peringatan 1079 Tahun Al Azhar, PAAM Jabar Launching Program Literasi Sehat

238
0
SHARE
Peringatan Yaumul Azhar yang digelar PAAM Jabar di Bandung, Sabtu (25/5/2019)

Wasathiyyah.com, Bandung — Paguyuban Alumni Al Azhar Mesir Jawa Barat (PAAM Jabar) mengadakan acara ‘Yaumul Azhar’ atau peringatan 1079 tahun Al-Azhar Al-Sharif di Bandung.

Selain sebagai ajang reuni bagi para alumnus Al-Azhar Mesir, dalam kesempatan tersebut PAAM Jabar juga melaunching program ‘Literasi Sehat’.

Menurut Direktur Wasathiyah Center PAAM JAbar, Abbas Mansur Tamam, pengembangan budaya literasi menjadi sangat penting dan itu menjadi salah satu tugas strategis yang ada di pundak para alumni Al Azhar dan semua yang terlibat dalam dunia pendidikan pada umumnya.

“Beberapa hari yang lalu saya menguji sebuah disertasi dengan judul tentang budaya ilmiah di perguruan tinggi. Dia melakukan penelitian tentang pemikiran Prof Wan Daud di Malaysia dengan tradisi tesis di Malaysia. Dia menghadirkan sebuah data yang bagi saya tuh sangat miris, bahwa orang Indonesia yang melek dengan budaya literasi sehat dalam pengertian dia serius melakukan pengkajian dia seneng membaca itu cuma 0,001 persen,” ujarnya dalam acara ‘Yaumul Azhar’ di Sekretariat PAAM Jabar Jalan Ciporeat, Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2019).

Artinya, kata Doktor Abbas, orang yang serius membaca tulis hanya 1 dari 1.000 orang. “Mudah-mudahan kita termasuk dari yang 1 dari seribu orang itu,” harap dia.

Ia menegaskan, hal itu merupakan persoalan serius yang menjadi tugas duta Al Azhar guna mengembangkan literasi yang sehat.

“Literasi ini bagian dari risalah yang tidak bisa dipisahkan dari agama kita,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ajid Tohir mengatakan bahwa era disrupsi membuat semua menjadi cepat, termasuk dalam mengirim dan menerima berita.

“Masalah besar yang dihadapi manusia di era disrupsi ini adalah hoax. Untuk itulah diperlukan literasi sehat,” ungkapnya.

Menurutnya, penyebaran berita bohong alias hoax sudah terjadi di zaman Nabi yaitu peristiwa haditsul ifki.

“Oleh sebab itu dalam menerima informasi harus jelas sanadnya sehingga berita bisa dipertanggungjawabkan,” pinta dia.

“Hadirnya literasi sehat sebagai solusi,” tutupnya.

Dalam acara tersebut, selain program Literasi Sehat, PAAM Jabar juga melaunching Wasathiyah Literasi Award dan Graha Azhary. Namun Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi batal menghadiri acara tersebut lantaran dikabarkan mengalami sakit.

Hadir pula dalam kegiatan itu, para sesepuh (masyayikh) PAAM Jabar, Mama Hafidz, Kiai Dudung (Pendiri Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat/KPMJB di Mesir) serta DR. Mulyana Madin. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.