Home Kegiatan Alumni Ketua Penasihat OIAA NTB: Saya Mengajak Santri untuk Menabung di Bank NTB...

Ketua Penasihat OIAA NTB: Saya Mengajak Santri untuk Menabung di Bank NTB Syariah

258
0
SHARE
Wasathiyyah.com, Lombok — Gelaran Hari Santri Nasional yang diadakan OIAA NTB kemarin berjalan sukses. Ribuan santri se-pulau Lombok memadati area Islamic Center Mataram. Acara dimulai dengan pawai ta’aruf. Masing-masing pondok pesantren menampilkan atraksi dan yel-yel mengelilingi kawasan Islamic Center. “Syukron Syukron ya Azhar. Salaamul ‘alam yazhar.” Suara santri bergemuruh dipimpin para Tuan Guru.
Sesuai agenda, acara dimulai pukul 16:00. Acara dibuka dengan penampilan Tari Sasambo yang dipersembahkan oleh santri Ponpes Sabilurrasyad Barabali Lombok Tengah. Tari Sasambo adalah tarian pemersatu tiga suku besar di NTB, yaitu; Suku Sasak, Samawa, dan Mbojo. Sementara untuk kesenian luar daerah, ditampilkan Tari Saman Aceh yang dipersembahkan oleh santri Ponpes Darul Muhibbin NW Misfalah Praya, Lombok Tengah.
Dalam sambutannya, ketua dewan penasihat OIAA NTB TGH Rubai Ahmad Munawar menyampaikan bahwa santri millenial harus multi talenta.
“Seorang santri bukan hanya mengaji. Bukan hanya bisa memimpin tahlilan. Tapi mereka harus memiliki multi fungsi di masyarakat.”
Beliau menambahkan bahwa di pesantren, seorang santri diajak untuk mandiri dan memiliki cita-cita yang tinggi. Untuk mewujudkan cita-cita yang tinggi haruslah mempunyai perencanaan yang bagus. Misalnya dengan menabung.
“Jika anak-anakku, para santri menabung dari sekarang sepuluh ribu rupiah saja perhari. Maka hitunglah jika kalian sudah tamat lima atau enam tahun kemudian. Itu bisa untuk biaya kuliah ke Timur Tengah. Oleh karena itu, saya mengajak semua santri untuk membuat rekening di Bank NTB Syariah. Dan mulailah menabung dari sekarang,” seru Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank NTB ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia  Hari Santri Nasional OIAA NTB, TGH. Badruttamam Ahda, Lc, menyampaikan bahwa santri adalah garda terdepan penjaga NKRI. Ahda yang juga ketua Ahyar Abduh Fondation ini menambahkan bahwa, nikmat kemerdekaan adalah hasil perjuangan santri. Karena itu santri millenial memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia dengan karya nyata.
Hal ini beliau sampaikan dalam tausiyah di depan ribuan santri yang memadati masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram. Beliau menambahkan bahwa Hari Santri Nasional adalah sarana untuk meningkatkan ukhuwah islamiah. Juga sebagai wujud kecintaan kita kepada Al-Azhar dan para masyaikhnya. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.