Home Kegiatan Alumni Cetak Tour Leader Profesional, Azhary Travel Partner Bareng LSP Pramindo Gelar Uji...

Cetak Tour Leader Profesional, Azhary Travel Partner Bareng LSP Pramindo Gelar Uji Kompetensi

542
0
SHARE
Pelatihan dan uji kompetensi tour leader yang diselenggarakan ATP bersama LSP Pramindo di D Hotel, Jakarta, Rabu (24/10/2018). (Herdi Nurmuharam/Wasathiyyah)

Wasathiyyah.com, Jakarta — Azhary Travel Partner (ATP) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pramuwisata Indonesia (LSP Pramindo) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Tour Leader. Acara tersebut digelar di D Hotel Jalan Sultan Agung, Setia Budi, Jakarta Selatan, 24-25 Oktober 2018.

Perwakilan dari LSP Pramindo, Supriatna Ami Putra membeberkan alasan pentingnya pelatihan dan uji kompetensi bagi para tour leader.

“Pertama, selain memang keperluan industri perjalanan di seluruh dunia, bahwa setiap SDM yang menangani itu harus dibuktikan dengan sertifikat kompetensi kerja. Artinya, dia (tour leader) dijamin punya kemampuan mengerjakan sesuai dengan profesinya,” kata Ami saat berbincang dengan Wasathiyyah.com di D Hotel sebelum acara pelatihan tour leader.

Kedua, ujar Ami, pelatihan dan uji kompetensi tour leader juga tertuang dalam undang-undang dan sesuai dengan keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 4 dan No 8 tahun 2014.

“Setiap profesi di Indonesia itu harus mempunyai sertifikat. Profesi dalam hal ini tour leader atau pengatur wisata harus mempunyai kompetensi kerja yang dibuktikan dengan sertifikat,” ulasnya.

Menurut Ami, proses pengakuan tour leader itu telah melewati uji kompetensi, yaitu melalui assesment yang dipimpin seorang assesor dengan melewati tiga tahapan.

“Pertama, satu peserta berhadapan dengan assesor atau penguji, dalam hal ini untuk mengambil bukti-bukti apakah benar dia itu pengatur wisata, lewat sejumlah dokumen yang dibawa,” ujarnya.

Kedua, papar dia, melaui wawancara. Jika seorang tour leader itu, lanjutnya, telah melakukan tugas satu dua kali menjadi pengatur wisata tentu dia mempunyai gambaran apa yang dilakukannya itu.

“Terakhit, tes pengetahuan umum. Karena ini menyangkut berbagai negara dan menyangkut beberapa orang, tentunya pengetahuan umum seroang pengatur wisata menjadi sangat penting.

Sebelum mengakhiri perbicangan, Ami sempat menyampaikan pesan. Ia menyatakan, karena bisnis travel umroh dan haji itu berkaitan dengan ibadah, maka seorang tour leader harus betul-betul mengetahui standar operasional prosedur (SOP) kerja.

“Selain mengetahui SOP tentang tour leader secara umum, karena ini spesial umroh dan haji maka harus juga mengetahui fikih karena menyangkut ibadah. jangan sampai perjalanan jauh, berbiaya tinggi, melelahkan terus tour leader mengaturnya tidak tepat sehingga ibadahnya menjadi tidak sah. Namun, saya yakin ATP ini rata-rata dari (alumni) Al-Azhar hal itu tidak akan terjadi,” pungkasnya.(WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.