Home Kegiatan Alumni Majlis Tarbiyah Gelar Doa Bersama untuk Palu dan Donggala

Majlis Tarbiyah Gelar Doa Bersama untuk Palu dan Donggala

390
0
SHARE
Pimpinan Majlis Tarbiyah Garut KH Benghan Syarifudin saat mengisi pengajian akbar di Cisaranten, Kota Bandung, Sabtu (20/10/2018)

Wasathiyyah.com, Bandung — Bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya di Palu, Donggala dan Sigi meninggalkan duka mendalam. Hal itu pun menjadi perhatian khusus Majlis Tarbiyah Garut pimpinan KH Benghan Syarifuddin.

Sebagai bentuk keprihatinan, Majlis Tarbiyah menggelar doa bersama dan pengajian akbar pada Sabtu (20/10/2018) sore di Masjid Al-Jabbar Cisaranten, Kota Bandung, yang lansung dipimpin KH Benghan Syarifuddin atau yang akrab disapa A Benghan.

Dalam ceramahnya, A Benghan mengajak jamaah untuk menyampaikan doa setulus-tulusnya bagi korban bencana alam baik di Sulteng atau di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, korban yang meninggal dalam iman maka berada dalam rahmat Allah Swt. Sementara jika wafat dalam ketiadaan iman selayaknya menjadi muhasabah bersama.

A Benghan menegaskan, kematian itu merupakan konsekwensi dari hidup dan tidak serta merta dinilai sebagai musibah.

“Dunia adalah tempat bekerja bukan untuk berleha-leha atau wahana istirahat sesungguhnya. Bagi orang beriman istirahat hakiki ialah akhirat kelak. Karena itu berbuatlah di dunia ini dengan penuh produktivitas,” pesan alumni Universitas Al-Azhar Mesir angkatan 1990 ini.

Selain itu, dalam pengajian akbar bertajuk ‘Sejahtera Sebagai Pondasi Islam’ itu, A Benghan mengingatkan pentingnya kesejahteraan bagi kaum muslimin.

“Umat Islam lebih memahami syariat zakat sebagai pilar agama yang berorientasi sejahtera dan mensejahterakan orang lain,” terangnya.

Ia mengkritisi sebagian orang yang mendikotomi Islam dengan kesejahteraan. Sebagai contoh, kata dia, sebuah celoteh berbunyi ‘Sudahlah jangan disibukkan urusan duniawi’.

“Kalimat ini sebuah kekeliruan berpikir seakan orang yang bermaksud menghampiri agama serta-merta harus meninggalkan kesejahteraan dunia. Dunia dan akhirat harus seiring sejalan dalam satu paket,” ujarnya.

Acara doa bersama ini juga dihadiri Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial, Kapolresta Bandung, tokoh masyarakat serta ribuan anggota Majlis Tarbiyah dan para pengurus DKM dari 4 Kecamatan di Kota Bandung.

Kang Oded, panggilan karib Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial, mengapresiasi kegiatan doa bersama tersebuti.

Kang Oded berharap, apa yang disampaikan A Benghan menjadi pelecut semangat umat Islam dalam meneguhkan kembali nilai-nilai hierarki rukun Islam.

“Haji berkorelasi erat dengan shaum, zakat, salat dan syahadat. Muslim yang mendirikan salat harus meningkat untuk mengejar sejahtera dan mensejahterakan orang lain,” urainya.

Acara Doa Bersama mendapat antusiasme jamaah terutama dari para undangan pengurus DKM yang hadir. Acara ditutup dengan salat Maghrib berjamaah dan diakhiri ramah tanah serta sesi poto bersama.(WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.