Home Kegiatan Alumni Komunitas Alumni ITB-AIWI Gelar Tabligh Akbar Hadirkan TGB

Komunitas Alumni ITB-AIWI Gelar Tabligh Akbar Hadirkan TGB

297
0
SHARE
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Wasathiyyah.com, Jakarta — Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Mesir cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akan mengisi kegiatan tabligh akbar di Jakarta.

Acara tersebut digelar oleh Komunitas Alumni ITB-AIWI yang akan dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabhakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Acara tabligh bertema “Damai Negeriku Maju Bangsaku, Membongkar Batas Imajinary Umat” itu dilaksanakan untuk menjaga hubungan antarmasyarakat sebagai bangsa dan negara dalam koridor Islam.

“Seperti yang dicontohkan oleh Rasul kita dalam Piagam Madinah yang mana setiap warga negara diperlakukan sama tidak ada perbedaan, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Sayyidina Ali yang membuat pernyataan yang bagus bahwa kalau kita tidak bersaudara secara agama kita bersaudara secara kemanusiaan,” kata perwakilan Alumni ITB-AIWI, Novi Ganevianto di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya umat Islam bersikap dengan masyarakat lain baik sesama muslim maupun tidak.

“Judulnya akan membongkar dinding imajiner itu juga kita membongkar janganlah ada prasangka-prasangka terhadap saudara kita sebangsa,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Alumni ITB-AIWI lainnya, Rudolf Damanik menilai saat ini terjadi segregasi (pemisahan kelompok) antarumat terlebih dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Jadi, konsep kita bagaimana membongkar prasangka yang buruk seperti itu bahwa sebenarnya masing-masing orang bebas untuk memilih sesuai keyakinannya. Nah, dalam hal ini bagaimana kita kita sebagai orang Indonesia sebagai umat muslim bisa memanfaatkan hak tersebut. Prasangka yang kita hadapi itu yang mau kita dudukkan. Marilah kita bersama-sama memikirkan sesuatu yang lebih besar bahwa negara membutuhkan kita semua,” kata Rudolf.

Kegiatan ini nantinya terbuka untuk umum. Baik muslim maupun nonmuslim diperbolehkan hadir. Sejauh ini kata Rudolf, tercatat ada 1.000-an orang yang menyatakan diri untuk hadir.

“Target peserta 2.000 orang semua mendapat tempat duduk. Peserta yang daftar banyak dari pengajian pesantren ada yang daftar seratus, dua ratus ada juga daftar secara kolektif ada juga masyarakat yang mendaftar secara langsung sampai ini sudah lebih dari seribu,” ujarnya.

Bagi para peserta yang nanti tidak kebagian tempat, pihaknya juga telah mengantisipasinya dengan menyiapkan ruang tambahan di lokasi acara.

“Giant screen sudah kita siapkan satu, tapi yang sudah kita antisipasi sekarang di luar kita sudah siapkan screen, supaya yang di luar yang enggak dapat tempat tetap kebagian acara,” tutur Rudolf. (WST/YN/Okezone)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.