Home Kegiatan Alumni Peserta OPOP 2020, Ingin Bangun Bisnis Pisang dari Hulu ke Hilir

Peserta OPOP 2020, Ingin Bangun Bisnis Pisang dari Hulu ke Hilir

85
0
SHARE

Wasathiyyah.com , Garut—Utusan Pondok Pesantren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut, Ustaz Yamin Efendi, atau lebih dikenal dengan panggilan Udo Yamin Majdi, hari ini (21/9) mengikuti Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP) 2020 di Pondok Pesantren Darul Arqom Garut.

OPOP adalah salah satu kegiatan dari program Gubernur Jawa Barat periode tahun 2019-2023 yang disebut Program “Pesantren Juara” dalam rangka mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan serta mampu mandiri secara ekonomi.

Kegiatan OPOP ini dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil melalui UPTD Pendidikan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat, dan tahapan kegiatan meliputi; Pelatihan dan Magang, Pendampingan Usaha, Temu Usaha, Lomba Produk Unggulan Pesantren, dan Pameran OPOP.

Tahun ini dari 1058 pesantren yang mendaftar ada 664 pesantren yang lolos secara administrasi dan kemudian yang lolos Audisi Tahap 1 atau Tingkat Kecamatan se-Jawa Barat ada 500 pesantren, terdiri dari 250 start up dan 250 scale up. Salah satu pesantren yang lolos Audisi 1 katagori scale up adalah PPQT Darul Fikri Garut.

Udo Yamin Majdi menceritakan bahwa beliau mengikutkan produk Darul Fikri Food berupa makanan olahan sale pisang Banana Helwa di OPOP 2020 ini, selain untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren, juga untuk memberdayakan masyarakat sekitar pesantren.

“Saya mengikutkan Banana Helwa ke program OPOP, selain ingin membangun kemandirian pesantren, juga untuk ingin memberdayakan masyarakat sekitar, terutama yang tergabung dalam Koperasi Darul Fikri Garut,” ujar Ustaz yang pernah belajar di Universitas Al-Azhar Cairo itu.

Aktivis berbagai organisasi –terutama Paguyuban Alumni Al-Azhar Mesir Jawa Barat (PAAM Jabar) sekaligus anggota Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia– itu mengungkapkan lebih jauh, bahwa beliau bercita-cita ingin memberdayakan masyarakat lewat bisnis pisang dari hulu hingga ke hilir.

Dari hulu, kata Ustaz Udo, dia ingin mengajak masyarakat menanam tanah kosong dengan pohon pisang. Hasilnya akan dibeli oleh Darul Fikri Food dan olah menjadi Banana Helwa. Sedangkan bisnis hilirnya, beliau bergabung dengan Kamar Dagang dan Inkubasi (Kadin Pesantren) untuk memasarkan olahan pisang bukan hanya di Indonesia, melainkan ke Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Alhamdulillah saya bergabung dengan Kadin Pesantren yang didirikan oleh para alumni Al-Azhar Mesir. Saya berharap, Banana Helwa bisa kita eksport ke Timur Tengah dan Afrika Utara,” cerita Udo Yamin Majdi.

Setelah memaparkan segmentasi, targeting dan positioning Banana Helwa, Udo Yamin juga mencerikan varian produk dari pisang, yaitu sale pisang, molen pisang dan kripik pisang. Namun beliau ingin fokus pada sale pisang terlebih dahulu.

“Saat ini, kami lagi fokus ke sale pisang. Insya Allah nanti kami akan membuat variasi, yaitu molen pisang dan kripik pisang,” pungkas Udo Yamin Majdi. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.