Home Kegiatan Alumni TGB Singgung Hadits Ini Saat Mengisi Kuliah Subuh di Bontang

TGB Singgung Hadits Ini Saat Mengisi Kuliah Subuh di Bontang

298
0
SHARE
Ketua OIAA cabang Indonesia M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang usai mengisi kuliah subuh di Bontang, Kaltim, Sabtu (20/10/2018)

Wasathiyyah.com, Bontang — Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, M. Zainul Majdi, memberikan kuliah subuh kepada jamaah Masjid Al-Kautsar, Komplek Perumahan PT Pupuk Badak, Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu, (20/10/2018). Kegiatan tersebut dilakukan di sela-sela kunjungannya ke Kota Bontang untuk memberi tausiah pada tablig akbar peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018, yang digelar masyarakat dan Pemerintah Kota Bontang.

Dalam kuliah subuh tersebut, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini menyinggung hadits Nabi Muhammad Saw yang cukup populer, yang menceritakan tobatnya seorang pelaku maksiat yang sudah membunuh 99 orang, lalu membunuh satu orang lagi sehingga genap menjadi 100 orang yang telah dibunuhnya.

TGB sebelumnya membacakan ayat Al-Qur’an yang maknanya kurang lebih demikian: Demi jiwa dan penyempurnaan penciptaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaan. (QS Al-Syams [91]: 7-8).

“Ayat itu kurang lebih mengandung pesan bahwa pada diri orang yang jahat sekalipun, Allah telah menanamkan benih ketakwaan,” kata pria yang akrab Tuan Guru Bajang (TGB) ini.

TGB mengisi kajian subuh di Bontang, Kaltim

Menurutnya, orang yang dikisahkan dalam hadis tersebut tampaknya menjadi bukti yang sangat jelas betapa benih-benih ketakwaannya muncul setelah ia melakukan banyak sekali maksiat berupa membunuh 99 orang.

Selain itu, ujar TGB menjelaskan, kisah itu juga memberi pelajaran bahwa ada konsep keberkahan suatu tempat.

“Suatu tempat boleh jadi lebih berkah daripada tempat lain. Bahwa seseorang dapat menjadi baik jika ia berada di lingkungan yang baik pula,” beber dia.

Lebih lanjut ia memaparkan makna ketika orang yang hendak bertobat itu meninggal dunia dalam perjalanan menuju lingkungan baru yang lebih baik, ia masih sempat mengarahkan badannya ke tempat tujuan.

“Artinya, upaya untuk menjadi orang baik harus dilakukan seoptimal yang kita bisa, bahkan ketika maut pun sudah di depan mata. Di situ tampak ketulusan dan kesungguhan dalam bertobat dan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik,” ucapnya.

Selain di kota Bontang, TGB dijadwalkan akan menghadiri pertemuan silaturahmi yang diinisiasi kantor OIAA Indonesia Kalimantan Timur di Samarinda, Minggu 21 Oktober 2018 siang.(WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.