Home Kegiatan Alumni Begini Pesan TGB untuk Santri Ponpes Al Muayyad

Begini Pesan TGB untuk Santri Ponpes Al Muayyad

263
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Solo — Perjalanan Dakwah Nusantara TGB HM Zainul Majdi di Kota Solo, selain mengisi Khutbah Jumat juga mengisi pengajian di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muayyad. Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia ini bertemu langsung dengan Pimpinan Ponpes Al Muayyad KH Abdul Rozaq Shofawi, serta sesepuh ponpes KH Abdul Muid Ahmad.

Usai ramah tamah dengan pengasuh, TGB mengisi tausiah kepada ratusan santri dengan tema, “Peran Santri dalam Bernegara NKRI di Era Milenial”.

Mengawali ceramahnya, TGB mengungkapkan sukacita dan gembira karena bisa silaturahmi ke Ponpes Al Muayyad. Silaturahmi ini sekaligus memperpanjang usia. Besar manfaat silaturahmi, diantaranya adalah ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh para guru. Dengan bertemuan, berbagai hal yang telah dilewati oleh para guru bisa dibagikan.

“Dan kita bisa mengambil pelajaran. Makanya dahulu biasa pindah ponpes untuk tabarrukan,” katanya.

Kepada para santri dan santriwati, TGB mengatakan, para santri tidak harus semua menjadi kiai. Jika semua menjadi kiai, maka yang menjadi dokter, ilmuan, dan profesi lain akan kosong. Santri harus bisa menjadi apapun. Di ponpes, santri memperdalam ilmu kemudian bisa terbang kemana saja. Di Ponpes Al Muayyad santri sedang memperkokoh dasar (pondasi). Tinggal kemudian melengkapi pondasi dengan bangunan.

“Tidak sempurna pondasi tanpa dilengkapi tembok, genting, pintu, dan jendela. Kemana saja setelah belajar di pesantren itu ibarat bangunan,” terangnya.

Gubernur NTB periode 2008-2018 ini melanjutkan, setelah dari Al Muayyad para santri bisa melanjutkan ke Amerika, Kairo, Rusia, ataupun Inggris. Para santri tinggal memilih. Di Ponpes Al Muayyad akan kokoh untuk pondasi.

“Saat ini saat memasukkan ilmu. Para santri baca dan masukkan ilmu. Terus mengambil semua dawuh (nasihat) dari para kiai. Setelah pondasi kuat, baru bisa memberi kepada orang,” bebernya.

Pondasi kedua adalah apa yang diambil dari ayat terakhir dalam Al Quran. Membawa hidup dengan nilai ketaqwaan. Taqwa itu adalah hati-hati dalam bersikap dan berucap. Tidak sembarangan dan tidak semau sendiri.

“Pertama cinta ilmu dengan kesungguhan hati. Kedua jalani hidup dengan tuntutan ketaatan. Dengan dua hal ini akan bisa dilewati dengan baik,” ucapnya.

TGB berkisah, dahulu menjadi santri di Lombok, enam tahun dari tsanawiyah hingga aliyah. Setelah itu ke Mesir. Tidak ada gambaran nanti akan menjadi apa. Yang dipikirkan hanya belajar dengan baik. Kemudian Allah takdirkan menjadi anggota DPR RI dan Gubernur NTB dua periode.

“Ini berkah Ponpes,” tukasnya. (WST/YN/Tim TGB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.