Home Kegiatan Alumni Tiga Pesan TGB Buat Masisir, Apa Itu?

Tiga Pesan TGB Buat Masisir, Apa Itu?

364
0
SHARE
TGB (kedua, kanan) di hadapan masisir yang memenuhi aula gedung Keluarga Mahasiswa Nusa Tenggara-Bali (KM-NTB) Kota Nasr, Mesir, Rabu (17/10/2018)

Wasathiyyah.com, Kairo — Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Mesir cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi menyempatkan bertemu dengan para Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir).

Pada pertemuan yang dikemas dalam sebuah acara motivation talk itu, pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut menyampaikan tiga pesan bagi masisir.

Pertama, kata TGB, para Masisir harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di Mesir. Memenuhi pikiran dan hati dengan maklumat yang azhari.

“Misalnya dengan membuka forum diskusi keilmuan guna ta’asy al-fikr (menghidupkan pemikiran) dibekali bibit representasi pondasi azhari,” kata TGB di hadapan masisir yang memenuhi aula gedung Keluarga Mahasiswa Nusa Tenggara-Bali (KM-NTB) Kota Nasr, Mesir, Rabu (17/10/2018), seperti dikutip dari laman kksmesir.org.

Acara motivation talk itu bertajuk ‘Partisipasi Pelajar di Luar Negeri Mendukung Pembangunan Dalam Negeri’.

Kedua, ujar mantan Gubernur NTB itu, setiap Masisir harus dapat mengintrospeksi diri terhadap tujuan dalam menuntu ilmu.

“Ungkapan misr umm al-dunyaa (Mesir sebagai ibu semua negara) menerima setiap orang yang datang kepadanya layaknya seorang ibu, jangan disalahgunkan. Sebagai wakil negeri dengan niat awal belajar di Al-Azhar jangan sampai mengaji dan mengikuti paham yang justru bertentangan dengan al-Azhar dan antipemerintah,” kata dia mengingatkan.

Ketiga, masisir harus percaya diri dan menyiapkan bekal partisipasi terbaik untuk Tanah Air. Indonesia, kata dia, menyuguhkan panggung-panggung kontribusi bagi para alumni Timur Tengah, terlebih lagi keyakinan kuat masyarakat Indonesia ketika disebutkan nama seorang alumni Al-Azhar.

“Sehingga jadi apapun nantinya, kemaslahatan dan moderasi Islam sebagai cita-cita bersama mudah terwujud. Beliau mengakui kesuksesan-kesuksesan yang tercatat dalam kiprahnya saat menjabat sebagai Gubernur NTB adalah cerminan aplikasi keilmuan yang didapatkannya saat menimba ilmu di al-Azhar,” pesan dia.

Acara yang berlangsung kurang lebih satu jam ini menjadi pemantik semangat belajar dan pembaharu niat ke Mesir. Hal ini sejalan dengan tanggapan salah seorang audiens berkekeluargaan Kelompok Studi Mahasiswa Riau (KSMR) Ahmad Baqi Arifin,

“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan bertemu beliau. Dan saya mengingat apa yang disampaikan bahwa sebagai mahasiswa al-Azhar, kita itu harus betul-betul belajar, tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang jauh dari niat awal kita dan sudah tentu harus menaati segala peraturan yang berlaku di Negara orang,” kata Ahmad.(WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.