Home Kegiatan Alumni 240 Calon Mahasiswa Al-Azhar Diwisuda, Sekjen OIAA Ungkap Keuntungan Belajar Bahasa di...

240 Calon Mahasiswa Al-Azhar Diwisuda, Sekjen OIAA Ungkap Keuntungan Belajar Bahasa di PUSIBA

1032
0
SHARE
Wisuda calon mahasiswa Al-Azhar Kairo Mesir program PUSIBA di Bayt Alquran TMII, Jakarta, Sabtu (16/11/2019)

Wasathiyyah.com, Jakarta — Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Indonesia cabang Pusat Bahasa Arab Al-Azhar Mesir mewisuda 240 calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo yang belajar di PUSIBA angkatan pertama.

Acara wisuda dilaksanakan di Bayt Alquran Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (16/11/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia Muchlis Hanafi, pimpinan Yayasan Universitas Islam Asy-Syafi’iyyah Jakarta Dailami Firdaus, perwakilan Kedutaan Besar Mesir di Jakarta Ahmad Abdul Hadi dan Asyraf, Wakil Presiden Asosiasi Muslim Jepang yang juga alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Profesor Muto, Direktur PUSIBA Muhammad Arifin, para pengajar di PUSIBA di bawah pimpinan Doktor Toha dan pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Mesir cabang Indonesia.

Muchlis Hanafi mengatakan, ada keuntungan tersendiri ketika memilih PUSIBA sebagai kelas bahasa persiapan kuliah di Universitas Al-Azhar.

“Ada 1.180 calon mahasiswa (Al-Azhar) tahun ini, terima kasih kepada 240 orang yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengikuti matrikulasi bahasa di sini. Sebab ada sekitar 940 orang yang sampai saat ini belum berangkat karena persoalan visa bersama-sama dengan yang 240 orang ini. Mereka akan berangkat bersama-sama, namun bedanya yang 240 ini langsung mengikuti perkuliahan, yang 940 masih akan mengikuti placement test lalu matrikulasi bahasa selama satu tahun,” kata Duktur Muchlis dalam sambutannya.

Ia menegaskan, bisa langsung mengikuti perkuliahan di Al-Azhar merupakan keuntungan bagi para peserta calon mahasiswa yang belajar bahasa arab di PUSIBA.

“Alhamdulillah tahun ini angkatan pertama 240 calon mahasiswa. Sebenarnya bukan calon mereka ini sudah diterima di Al-Azhar kemudian sedang menyelesaikan matrikulasi bahasa di sini, dan dalam waktu dekat insya Allah akhir November (2019) mereka akan berangkat ke Mesir langsung mengikuti perkuliahan dan awal Januari (2020) akan mengikuti ujian semester pertama,” bebernya.

“Kalau melihat kemampuan bahasa calon mahasiswa di markaz lughoh (PUSIBA) saya optimis mudah-mudahan semua selesai kuliah tepat waktu,” harapnya.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama ini menyebutkan, saat ini ada 91 orang untuk angkatan kedua yang memulai dari level pertama dari tujuh level yang harus diselesaikan.

“Dan nanti di level kedua akan bergabung lagi sekitar 105 orang dan pada level ketiga ada lagi tambahan, sehingga kita harapkan angkatan kedua ini di bulan Juli atau Agustus (2020) mereka sudah menyelesaikan kelas bahasa dan bisa cepat berangkat ke Mesir untuk mengikuti perkuliahan tahun pelajaran 2020-2021 dan ini insyaAllah terus akan berlanjut,” ujarnya.

Perwakilan dari Kedutaan Besar Mesir di Jakarta, Ahmad Abdul Hadi menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang telah berupaya menjembatani pendirian PUSIBA di Indonesia.

“Selamat hari ini merupakan bukti jerih payah yang dilakukan Lukman Hakim dari 2016-2019, kami dari Kedutaan Mesir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak,” kata Abdul Hadi.

Lebih lanjut ia menuturkan rasa terima kasihnya kepada sejumlah pihak yang telah mendukung terwujudnya dan berjalannya proses pembelajaran di PUSIBA.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada guru-guru bahasa arab dari Mesir di bawah pimpinan Duktur Toha maupun guru-guru Indonesia yang mengikuti pelatihan di Mesir. Ini adalah bukti upaya maksimal yang sudah bapak ibu lakukan,” ucap dia.

“Kepada OIAA, saya menyadari teman-teman alumni Al-Azhar yang tergabung dalam OIAA sudah berperan maksimal menyampaikan visi misi risalah Al-Azhar terutama konsep wasathiyyah di dunia Islam, terutama di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Lukman Hakim mengutarakan tiga pesan kepada para calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo program PUSIBA yang diwisuda.

“Pesan pertama, saudara akan mendalami Islam di perguruan tinggi yang sangat ternama akan bertemu ulama-ulama besar, pesan saya mari senantiasa rendah hati dalam berislam, dalam mengenyam pendidikan-pendidikan Islam. Rendah hati yang saya maksud adalah tidak merasa paling pintar, paling mengerti dan paling benar dalam memahami esensi ajaran Islam, karena banyak pandangan yang heterogen dan majemuk,” jelas dia

Kedua, sambung Lukman, di tengah-tengah keragaman yang sangat majemuk, tentu ada pandangan ekstrim. Inilah yang harus hati-hati dan harus selalu dicermati.

“Pastikan paham keagamaan kita, praktik-praktik pengamalan beragama kita berada di jalur wasathiyyah, tidak ekstrim kanan atau kiri,” terangnya.

Ketiga, mahasiswa Al-Azhar pada hakikatnya merupakan duta-duta Indonesia di luar negeri.

“Ketika saudara ada di Mesir atau di mancanegara saudara menyandang predikat Indonesia, jadi nama baik Indonesia tidak bisa lepas dari eksistensi saudara-saudara,” pungkasnya. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.