Home Kegiatan Alumni Peringatan 1079 Tahun Al Azhar, OIAA Gelar Diskusi ‘Keislaman, Keindonesiaan dan Masa...

Peringatan 1079 Tahun Al Azhar, OIAA Gelar Diskusi ‘Keislaman, Keindonesiaan dan Masa Depan Bangsa’

458
0
SHARE
Diskusi peringatan 1079 tahun Al Azhar Al Sharif dui Rumah TGB, Menteng, Jakpus, Kamis (16/5/2019)

Wasathiyyah.com, Jakarta — Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Mesir cabang Indonesia menggelar diskusi bertajuk ‘Keislaman, Keindonesiaan dan Masa Depan Bangsa’ dalam rangka peringatan 1079 tahun Al Azhar Al Sharif.

Diskusi yang digelar di Rumah TGB (Tunas Generasi Bangsa) Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019) itu menghadirkan dua orang narasumber, yakni Ketua OIAA Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang dan cendikiawan muslim serta mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief.

Dalam pengantarnya, TGB menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak yang berkenan hadir dalam acara tersebut.

Baca juga: Ulama Senior Hadiri Perayaan Satu Milenium Al Azhar Al-Sharif

“acara ini merupakan diskusi terbatas bagian dari peringatan 1079 tahun Al Azhar yang telah memberikan kontribusi,” kata TGB di hadapan peserta diskusi dari berbagai elemen.

Sebagai pembuka diskusi, TGB sempat memaparkan tentang perbedaan pembentukan negara bangsa Indonesia, sebagai salah satu bagian dari dunia Islam, dengan negara-negara Islam lain khususnya di Timur Tengah.

“Dari beberapa hal yang saya baca dan diskusikan dengan teman-teman, Indonesia ini merupakan salah satu bagian dari dunia Islam yang kelahiran negara bangsanya itu agak beda dengan negara-negara yang lain. Kalau di Timur Tengah, negara bangsa dimaknakan sebagai pembelahan. Kenapa pembelahan, karena negara bangsa itu lahir ketika jatuhnya khilafah Ustmaniyah. Jadi ketika kekhilafahan itu runtuh sebagai bagian dari rekayasa Inggris dan Perancis, maka itu terjadi pembagian negara bangsa,” urainya.

Baca juga: Begini Suasana Perayaan Satu Milenium Al Azhar Al-Sharif

Indonesia, sambung TGB, sejauh yang dipahami dari sejarah bahwa pembentukan Indonesia ini justru sebagaliknya, bukan dari pembelahan tapi penyatuan potensi.

“Yang sekarang Indonesia itu, dulu dipimpin kerajaan-kerajaan,” beber dia. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.