Home Kegiatan Alumni TGB M. Zainul Majdi Akan Mendapatkan Penghargaan dari Al-Azhar Mesir

TGB M. Zainul Majdi Akan Mendapatkan Penghargaan dari Al-Azhar Mesir

1642
0
SHARE
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Wasathiyyah.com, Jakarta–Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, M Zainul Majdi (TGB) akan mendapatkan penghargaan dari Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dan rencananya akan diberikan pada hari Kamis (17/10) pukul 14.00 waktu setempat di Gedung Grand Shaikh, Kairo.

Sehubungan dengan penghargaan itu,  doktor alumnus Universitas Al-Azhar Kairo fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Ilmu- ilmu Al-Quran itu dijadwalkan akan bertolak ke Kairo, Mesir, pada Rabu, 16 Otober 2019. TGB terbang ke Kairo.

“Insya Allah, mudah-mudahan tidak ada halangan, besok TGB akan berangkat ke Kairo, memenuhi undangan Grand Shaikh Al-Azhar,” ujar Sekretaris Jenderal OIAA cabang Indonesia, Muchlis M. Hanafi kepada kru Portal Wasathiyyah.

Muchlis menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada TGB sebagai salah seorang tokoh alumni Al-Azhar yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan (muwâthanah), dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai (ta‘âyusy silmiy) di Indonesia.

Keputusan Grand Sheikh Al-Azhar untuk memberi penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan Al-Azhar pada 10 Oktober 2019, dan surat pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima oleh TGB melalui OIAA Cabang Indonesia pada Ahad, 13 Oktober 2019.

Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan oleh pejabat tinggi Al- Azhar antara lain Deputi Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr. Saleh Abbas, pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG) Kairo seperti Dr. Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr. Abdel Dayem Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.

Seusai penyerahan penghargaan, TGB dijadwalkan akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan tokoh agama Indonesia, dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Insya Allah, setelah pemberian penghargaan, TGB akan berbagi pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia dalam mengkohkan wasathiyyah di Nusantara,” kata Muchlis.

Menurut Muchlis dalam press releasenya bahwa pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling  berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa. Al-Azhar telah cukup lama dan secara intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai. Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat Muslim.

Menciptakan hidup berdampingan secara damai itu,  dilakukan oleh Sheikh Ahmed Al-Tayeb bersama Paus(WS Fransiskus telah menandatangani dokumen Human Fraternity Document atau Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan di Founder’s Memorital di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Senin malam, 4 Februari 2019. Pada kesempatan itu juga hadir dan memberikan sambutan tokoh dari Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang juga lulusan Al-Azhar Kairo.

“Mohon doanya, semoga perjalanan TGB lancar, selamat dan pulang ke Indonesia membawa semangat baru dalam mengkohkan wasathiyyatul Islam,” pungkas Muchlis. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.