Home Kegiatan Alumni Merebut Peluang dan Pasar Timteng, Azhary Adakan Webinar Bisnis

Merebut Peluang dan Pasar Timteng, Azhary Adakan Webinar Bisnis

457
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Zoom Meeting–Alumni Universitas Al-Azhar yang tergabung dalam komunitas Nile Cafe, tadi malam (Ahad, 14/6) menggelar Webinar Azhary Nile Cafe dengan tema “Kiat Merebut Peluang dan Ceruk Pasar di Timur Tengah”. Acara kerjasama dengan Wasathiyyah Center dan Portal Wasathiyyah dan ikuti hampir 100 partisipan ini, melahirkan banyak ide dan rencana aksi, diantaranya mendirikan Kadin Pesantren dan House of Indonesian Product di negara-negara Timur Tengah.

Salah seorang penggerak Webinar Bisnis ini, KH. Zainurrofieq, M.Hum ini mengatakan bahwa menjadi entrepreneur dan pelaku bisnis, bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk alumni Timur Tengah. Ini merupakan medan dakwah iqtishadyyah wa tijariyyah.

Sebenarnya alumni Timur Tengah, kata owner travel haji dan umrah Spidest Internasional ini, memiliki peluang besar untuk merebut peluang dan ceruk pasar di sana, sebab menguasai bahasa Arab dan pernah tinggal di sana. Namun terkadang peluang ini belum dicoba secara maksimal dan optimal. Oleh sebab itu, Webinar Azhary Nile Cafe hadir, untuk membangun mindset, memberi motivasi-inspirasi, dan membekali keterampilan dalm merebut peluang dan ceruk pasar tersebut.

“Sebagai alumni Timteng, kita memiliki peluang besar untuk merebut ceruk pasar di sana. Sebab, selain menguasai bahasa Arab yang dipakai negara-negara Timteng, juga juga mengenal medan di sana. Kita pernah belajar dan tinggal di sana,” kata penulis buku The Power of Syukur itu.

Acara Webinar Bisnis ini, dimulai pukul 20.00 WIB oleh pembawa acara oleh pelaku bisnis eksport-import Sri Sabbahatun, Lc., ME., dan mempersilahkan Keynote Speaker Direktur Timur Tengah Ditjen Aspasaf Kemlu RI Ahmad Rizal Purnama, Lc. MA.. Sebagai pembicara kunci, alumnus Al-Azhar yang mengabdi di bidang ekonomi ini memaparkan cara memperluas akses pasar di Timur Tengah dan Afrika saat dan paska wabah Covid-19.

Presentasi melalui power point itu, sebelum masuk pembahasan masalah ekonomi, Rizal menjelaskan peta politik (geo-politic lanscape) Timur Tengan dan Afrika Utara. Menurutnya, apapun yang terjadi sana, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku bisnis eksport-import.

“Apapun yang terjadi di kawasan Timur Tengah, ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi pemain bisnis,” ujar alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Setelah pembicara utama menyampaikan materinya, pembawa acara menyerahkan acara kepada host Syamsu Alam Darwis, Lc., MM., untuk memimpin acara berikutnya. Staff Atase Perdagangan KBRI Cairo ini mengatakan bahwa potensi produk di Indonesia sangat banyak dan pasar di Timur Tengah-Afrika Utara sangat luas, maka ini sebuah peluang besar bagi alumni Al-Azhar Mesir yang bergerak di bidang ekonomi.

Syamsu Alam kemudian memberikan kesempatan kepada narasumber Webinar Bisnis H. Muhammad Appa, Lc., MA.. Ketua Hubungan Luar Negeri Asprindo ini lebih detail lagi memetakan peluang dan tantangan bisnis. Peluang perdagangan di Timteng-Afrika Utara sangat besar, oleh sebab itu, kesempatan ini harus diambil oleh alumni Al-Azhar terutama yang masih tinggal di Timteng-Afrika Utara.

“Peluang perdagangan di Timteng, sangat besar. Teman-teman harus ambil kesempatan ini,” kata alumnus Al-Azhar yang pernah tinggal di Dubai itu.

Acara semakin hangat ketika dialog-intraktif dibuka host. Beberapa alumni Al-Azhar ikut berbagi dan berdiskusi, diantaranya Asri tinggal di Karachi, Ahlidin Jamal domisili di Damaskus, Ali Gowi dari Qatar, Hamzah Hasan di Bandung, Fahrurozi dan Tubagus di Mesir, serta yang lainnya. Bahkan atase perdagangan KBRI Mesir Irman Adi dan staff ahli Menteri Pertanian Dr. Ir. Delima Hasri Azahari, MS., ikut berbicara dalam forum webinar.

Ada 10 hal penting hasil Webinar Azhary Nile Café:

1. Perlunya Pameran online, untuk akomodir pertemuan dengan importir
2. Perlunya brief tentang tantangan dari sisi perijinan ekspor ke Negara-negara Timur Tengah, syarat ekspor dari setiap Negara Timur Tengah
3. Peluang produk pangan, makanan olahan dan rempah-rempah besar di Timteng, kelapa, cengkeh, kayu manis dll
4. Perlu ada platform e commerce Kementerian Pertanian, membuat directory para exportir Indonesia dan info productnya serta list importir produk Indonesia di negara mitra Africa dan timur tengah. KADIN PESANTREN buat buku directory product ekspor
5. Directory product untuk Mesir sedang disiapkan dikombinasikan dengan pemberdayaan sociopreneurship di pesantren untuk membina dan menciptakan eksportir produk Indonesia.
6. Produk yang berpeluang untuk kita ekspor saat ini pada umumnya adalah produk komoditi perkebunan terutama minyak sawit, kopi, kakao, teh, karet dan rempah rempah; produk hortikultura; rumput laut dan sarang burung walet. Ekspor produk kelapa yang sedang banyak permintaannya adalah desicated coconut, coco fiber, coco water, coco charcoal (briket) dan coco peat.
7. Adanya permintaan 5000 perawat, bila ada perusahaan alumni Azhar bisa membuat pelatihan penguatan untuk perawat dan tenaga perbankan
8. Eksportir harus perkuat sisi supply chain, sehingga Hulu dan Hilir ketemu
9. Dirancang untuk dibuat House of Indonesian Product di setiap negara
10. Pebisnis harus mengedepankan etika bisnis dan amanah, trusted.

Di penghujung acara, salah satu tim panitia Hasminto Yusuf mengharapkan setelah Webinar ini, akan ada acara Webinar sejenis yang lebih kreatif, misalnya Pameran Virtual.

“Nanti kita gagas webinar sejenis dengan desain acara yang lebih kreatif. Misalnya, kita sediakan Pameran Virtual,” pungkas Hasminto Yusuf. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.