Home Kegiatan Alumni Rakornas OIAA Indonesia, Hormati Ijtihad Politik TGB

Rakornas OIAA Indonesia, Hormati Ijtihad Politik TGB

488
1
SHARE

Wasathiyyah.com, Jakarta–Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Organisasi Internasional Alumni Azhar (OIAA) cabang Indonesia hari Jum’at (13/07/2018) di Hotel Santika TMII, para peserta sepakat untuk menghormati ijtihad politik TGB.

Acara yang dihadiri oleh 40 orang utusan dari 21 provinsi itu membahas tiga agenda utama: seleksi dan pemberkasan calon mahasiswa baru ke Mesir, sikap politik dan persiapan Konferensi Internasional di NTB.

Sikap politik OIAA cabang Indonesia sangat jelas bahwa organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial dan keagamaan ini tidak masuk dalam politik praktis.

“Sejak awal, ketika kongkow di Pondok Cabe, kita sepakat bahwa kita mendorong TGB menjadi Tokoh Nasional bukan atas nama organisasi, melainkan atas nama individu.” Kata sekretaris jenderal OIAA cabang Indonesia, Dr. Muchlis Hanafi, MA.

 

Tanggal 13 Januari 2018 di Pondok Cabe, OIAA cabang Indonesia menggelar acara Kongkow Kekeluargaan, Keorganisasian, dan Kebangsaan.

Dalam acara temu kangen para alumni Azhar itu tercetus ide untuk mendorong TGB menjadi tokoh nasional dan di sini pula pertama kali TGB “bersedia”.

Setelah itu, tepatnya tanggal 26 Januari 2018 di Hotel Sofyan Betawi terbentuklah relawan TGB dari alumni Azhar Mesir dan disusul oleh relawan-relawan lainnnya.

Salah satu kesepakatan para alumni Azhar tersebut adalah ikhtiar mendorong TGB untuk menjadi Pemimpin Nasional tanpa menentukan apakah menjadi Capres, Cawapres dan Menteri. Tugas relawan hanya satu: memperkenalkan TGB kepada masyarakat.

Selanjutnya, tidak sedikit masyarakat berharap TGB menjadi Capres, apalagi setelah tagar #2019GantiPresiden. Namun 10 hari lalu, TGB menyatakan dukungan agar Jokowi 2 periode.

Dari sinilah muncul pro-kontra di masyarakat–sebab berharap ganti presiden, namun TGB malah mendukung Jokowi tetap presiden periode berikutnya– termasuk di kalangan para alumni Azhar.

Dalam Rakornas tersebut, para peserta bulat untuk memegang teguh politik santun, meskipun berbeda pilihan, namun tidak boleh ada caci-maki, hinaan, atau pun merendahkan TGB.

“Alhamdulillah kita sepakat dan dewasa, untuk menghormati ijtihad politik TGB. Tolong sampaikan kepada para anggota dan masyarakat, agar tetap menjaga lisan, tetap menjaga persatuan dan kesatuan, toh kalau ada persaingan, letakkan dalam konteks fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.”Pungkas Dr. Muchlis Hanafi. (WST/YNF)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen + sixteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.