Home Kegiatan Alumni Pelatihan Online Dai dan Imam Internasional, Upaya OIAA Memerangi Ekstremisme

Pelatihan Online Dai dan Imam Internasional, Upaya OIAA Memerangi Ekstremisme

132
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Zoom—Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) yang dipimpin oleh Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad al-Thayyib, bekerjasama dengan OIAA cabang Indonesia hari ini (Kamis, 14/5) mulai menggelar Pelatihan Da’I dan Imam Internasional di Zoom Meeting. Acara selama 15 hari (14-29 Mei 2020) ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Acara di tengah wabah Virus Covid 19 ini, dibuka oleh Sheikh Saleh Abbas, deputi Grand Shaikh Al-Azhar dan beliau menekankan pentingnya menghadapi ekstremisme dan terorisme secara ilmiah. Beliau juga  memuji peran-peran organisasi dunia dalam memerangi ekstremisme.

“Pelatihan ini sangat penting, untuk memerangi ekstremisme dan terorisme, dengan menghadirkan wasathiyaat al-Islam,” ujar Sheikh Saleh Abbas.

Setelah sambutan dari OIAA Pusat, dilanjutkan dengan Sambutan dari OIAA cabang Indonesia, TGB. Dr. M. Zainul Majdi, MA.. Doktor alumnus universitas Al-Azhar Mesir ini, mengatakan bahwa hubungan antara Mesir dan Indonesia sangat kuat, terutama dengan Al-Azhar Al-Sharif.

TGB mendukung penuh acara Pelatihan Dai dan Imam Internasional ini, meskipun melalui Internet, sebab seluruh dunia sedang menghadapi wabah Corona-19. Beliau berharap, program perdana secara online ini akan diikuti dengan program-program berikutnya.

Selanjutnya, Osama Yassin, Wakil Ketua OIAA, mengungkapkan rasa bahagianya atas acara perdana ini. Beliau juga menekankan upaya berkelanjutan organisasi untuk menyebarkan ide-ide tengah di seluruh dunia melalui cabang-cabang di luar Mesir, serta kerjasama dengan banyak negara di bidang pengajaran bahasa Arab melalui Pusat Pengajaran Bahasa Sheikh Zayed untuk pengajar Bahasa Arab kepada penutur non-penutur asli.

“Saya merasa Bahagia, di tengah pandemi Covid-19, kita melaksanakan acara luar biasa ini,” kata Osama Yassin.

Tak ketinggalan Abdel Dayem Nassair ikut bicara. Beliau menekankan pentingnya program percobaan ini dalam menyebarkan Islam moderat di dunia, untuk membendung isme-isme yang bertentangan dengan pemikiran Islam, serta meluruskan kelompok-kelompok ekstremis yang mengubah citra Islam menjadi darah, pembunuhan, dan pemboman.

“Saya berharap banyak, program percobaan ini sukses, sehingga bisa membendung pemahaman-pemahaman salah terhadap Islam,” tukas Sekretaris Jenderal OIAA itu.

Dr. Muhammad Abd al-Fadil al-Qusi, wakil ketua OIAA Pusat, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menunjukkan citra Islam yang benar, mengungkapkan kecurigaan dan dugaan palsu yang diarahkan pada konsep dan nilai-nilai Islam, membekali peserta pelatihan untuk menghadapi ekstremisme, radikalisme dan terorisme, serta bagaimana menangani mereka dan membantah argumentasi mereka.

Beliau menambahkan bahwa program pelatihan ini berupaya membentuk kepribadian Muslim, konsisten dengan nilai-nilai Islam, mengokohkan moderasi Islam, menjelaskan elompok-kelompok ekstremisme, dan memberi wawasan kepada peserta pelatihan, terutama menyempurnakan keterampilan membaca dan penelitian.

“Pelatihan ini untuk membantu para dai dan imam dalam menjalankan peran utama mereka, salah satunya memerangi ekstremisme dan terorisme, serta menyebarkan ajaran Islam yang benar,” kata mantan Menteri Wakaf Mesir itu.

Acara yang dimoderatori oleh Ustaz Muhammad Arifin, MA. ini, semakin semarak ketika Dr. Hamadallah Al-Safty menjelaskan 5 point, mulai dari sumber ilmu, manhaj ahli sunnah wal jama’ah, pemikiran Islam, rambu-rambu dalam tasawuf, sampai masalah ibadah dan kebudayaan.

Di penghujung acara, Sekretaris jenderal OIAA cabang Indonesia, Dr, Muchlis M. Hanafi, menceritakan bahwa peminat pelatihan Dai dan Imam Internasional ini sangat banyak. Sehingga yang mendaftar selama 4 hari, lebih dari 500 orang. Tapi yang diterima, sesuai dengan quota, 40 orang. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.