Home Kegiatan Alumni Lewat Quranic Parenting, Markaz Maqwa Krui Sosialisasikan Program Tahfiz Balita dan Anak

Lewat Quranic Parenting, Markaz Maqwa Krui Sosialisasikan Program Tahfiz Balita dan Anak

145
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Krui–Demi mewujudkan Negeri Para Ulama di Krui Pesisir Barat Lampung, Yayasan Warotsatul Anbiya mendirikan Markaz Maqwa Krui: Rumah Quran dan Bahasa Arab. Lembaga ini menyelenggarakan acara Quranic Parenting sebagai sarana sosialisasi Markaz Maqwa Krui dan Sekolah Tahfiz Balita & Anak.

Malik Bennabi (1905-1973) mengatakan bahwa ada tiga faktor utama dalam membangun sebuah peradaban: manusia, tanah, dan masa. Untuk mengolah tiga hal ini menjadi peradaban, membutuhkan katalisator bernama agama.

Berangkat dari gagasan cendikia muslim Aljazair itu, berdirilah Yayasan Warotsatul Anbiya (YWA) 12 Juni 2012 dengan Akte Notaris Rahma Diyanti, SH. MKn nomor 88 tanggal 25 Oktober 2012. Yayasan bervisikan terwujudnya basis gerakan moral, pendidikan, ekonomi dan sosial dalam menuju masyarakat dan peradaban Islam ini, memiliki program jangka Panjang 15 tahun (2012-2027).

“Kita hadir untuk membangun peradaban. Kita ingin menjadi poros gerakan di Krui. Oleh sebab itu, sejak tahun 2012, kita sudah menyiapkan tanah dan kader, untuk membumikan Islam di Negeri Para Ulama ini,” ujar Ustaz Udo Yamin Majdi menceritakan sejarah singkat berdirinya Yayasan Warotsatul Anbiya (YWA) pada acara Quranic Parenting hari ini (Ahad, 13/10) di Markaz Maqwa.

Salah satu program YWA, mendirikan Maqwa Quranic Boarding School (MQBS). Sebagai langkah awal mewujudkan pesantren quran tersebut, maka YWA merintis lembaga pendidikan non-formal bernama Markaz Maqwa Krui yang bergerak dalam bidang rumah quran dan Bahasa Arab.

Markaz Maqwa Krui ini akan membuka Sekolah Tahfiz Balita dan Anak dengan metode Tabarak dari Mesir. Sekolah tahfiz ini merupakan sekolah tahfiz pertama di Krui, apalagi untuk balita dan anak.

Untuk mensosialisasikan Sekolah Tahfiz dan metode Tabarak, maka Markaz Maqwa menggelar acara Quranic Parenting yang disampaikan langsung oleh Pembina YWA sekaligus direktur Markaz Maqwa.

Panitia juga menghadirkan dua kader YWA, Muhammad Abdul Wahab yang saat ini sedang kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dan Fatah Abdul Hakim telah hafal 30 juz, sekarang menjadi Muhafiz di Ponpes Miftahul Khoir Bandung, untuk berbagi ilmu dan pengalaman menghafal al-Quran.

Dalam acara Quranic Parenting tersebut, Ustaz Udo Yamin Majdi, setelah menjelaskan parenting dan kewajiban terhadap al-Quran, beliau menjelaskan bahwa untuk menghafal Quran tidak ada istilah terlalu muda atau terlalu tua, semua umur bisa menghafal Quran. Bahkan menurutnya, program menghafal Quran bisa dilakukan sejak dalam kandungan.

Sebuah laporan ilmiah, kata Ustaz Udo Yamin Majdi, yang disampaikan oleh Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997 menyatakan, bahwa janin yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Quran dari tape recorder menunjukan respon tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Ustaz Udo Yamin juga menceritakan kisah Abdullah Fadhil Asy-Syaqaq. Doktor cilik asal Saudi Arabia ini, hafal Quran 30 juz pada usia 7 tahun. Ini buah dari program tahfiz Quran sejak dalam kandungan. Memasuki bulan ketiga kehamilan, program tahfiz pra-natal ini dimulai, dengan cara membacakan Quran dari juz pertama hingga juz ketiga puluh.

Selanjutnya, Ustaz Udo Yamin, memaparkan metode Tabarak yang akan diterapkan di Sekolah Tahfiz Balita dan Anak Markaz Maqwa. Metode ini berawal dari pengalaman sebuah keluarga asal Mesir, Dr. Kamel el Laboody dan isterinya, Dr. Rasha Al-Jayyar dalam melahirkan tiga hafiz cilik termuda se-dunia: Tabarak, Yazid Tamamuddin, dan Zainah yang hafal Quran umur 4,5 tahun.

Metode Tabarak terdiri dari 7 level dan berusaha mencetak balita berumur 3 tahun dapat hafal Quran sebelum umur 7 tahun. Pembelajaran metode ini, berbeda dengan metode yang lainnya, sebab menggunakan multimedia, sehingga para peserta didik bisa belajar langsung kepada Syaikh Kamel el Laboody dan anak-anaknya.

Di hadapan hampir 115 orang peserta Quranic Parenting yang memadati Mushola Markaz Maqwa Krui, Ustaz Udo Yamin, menyampaikan 5 keunggulan Sekolah Tahfiz Balita dan Anak Markaz Maqwa:  menggunakan Metode Tabarak dari Mesir (Hafiz Termuda Dunia); pengelola Markaz Maqwa alumni Universitas Al-Azhar Mesir; fasilitator pernah magang di Rumah Quran yang menggunakan metode Tabarak; KBM Mengunakan Sarana Multimedia, dan mendapatkan materi Bahasa Arab.

Sekolah tahfiz tersebut memiliki 3 kelas, yaitu kelas pagi untuk balita umur 3-6 tahun dan anak umur 6-12 tahun, dan kelas weekend untuk umur 3-12 tahun. Rencananya sekolah tahfiz ini, akan membuka pendaftaran selama bulan November 2019 dan mulai interview serta pembelajaran bulan Desember 2019.

“Kita membuka tiga kelas, kelas pagi untuk balita, kelas sore untuk anak-anak dan kelas weekend untuk balita dan anak-anak, terutama anak yang sekolah full day,”kata putra asli Krui dan sekarang memimpin Pondok Pesantren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut.

Pengambilan formulir pendaftaran, interview, dan pembelajaran di Markaz Maqwa Krui yang beralamat di jalan Lintas Barat No.134 dan No.007 Dusun Simpang Kerbang Pekon Penggawa Lima Kec. Way Krui Kab. Pesisir Barat – Lampung. (WST/YNF)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.