Home Kegiatan Alumni 519 Camaba Al-Azhar Mesir Ikuti Tahdid Mustawa di PUSIBA

519 Camaba Al-Azhar Mesir Ikuti Tahdid Mustawa di PUSIBA

1639
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Bekasi–Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) hari ini (Sabtu, 13/07/2019) menggelar Tahdid Mustawa di Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) Jatiwaringin Pondok Gede Bekasi. Ujian penentuan level tingkat bahasa Arab untuk kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir ini diikuti oleh 519 calon mahasiswa baru (Camaba) –pendaftar sebanyak 539 orang dan 20 orang tidak hadir– dari MAN dan pesantren se-Indonesia.

PUSIBA merupakan lembaga bahasa di bawah Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia yang dibentuk sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua OIAA Cabang Indonesia, TGB M. Zainul Majdi dan Wakil Ketua Al-Munazhzhamah Al-‘Alamiyyah li Khirrij Al-Azhar (organisasi induk alumni Al-Azhar seluruh dunia) di Kairo, Syaikh Abdel Fadhil el-Qushi.

“PUSIBA ini adalah cabang resmi Markaz Al-Syaikh Zayed li Ta‘lîm al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghayri al-Nâthiqin Bihâ, di Kairo.” Ujar Wakil Direktur Bidang Akademik PUSIBA, Muhammad Arifin, Lc. MA.

Beliau juga menegaskan bahwa sertifikat yang dikeluarkan oleh PUSIBA Jakarta setaraf dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Markaz Al-Syaikh Zayed di Kairo dan bisa bisa digunakan langsung kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo. Bahkan, selain penguatan bahasa Arab untuk kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, PUSIBA juga untuk penguatan wawasan keislaman dan kebangsaan.

Keberadaan PUSIBA Al-Azhar Jakarta, tentu saja sangat membantu putra-putri Indonesia untuk meraih cita-citanya belajar di Negeri Seribu Menara. Tahun-tahun sebelumnya Camaba melakukan Tahdid Mustawa di Kairo, maka mulai tahun ini, bisa dilakukan di PUSIBA.

Ujian Tahdid Mustawa ini sudah menjadi peraturan wajib setiap Camaba non-Arab yang ingin belajar di universitas Al-Azhar Mesir. Sebelum menjadi pelajar resmi Al-Azhar, Camaba terlebih dahulu dites kembali untuk menguji kelayakan bahasa Arab mereka dengan materi-materi yang lumayan sulit. Maka dari itu PUSIBA menjadi solusi bagi calon mahasiswa yang belum mampu berbahasa Arab dengan baik, sehingga tidak perlu Tahdid Mustawa ke Mesir.

Level kelas berbahasa Daurah Lughah dan PUSIBA sendiri memiliki tujuh tingkat studi, mulai dari: Mubtadi’ Awal, Mubtadi’ Tsani, Mutawasith Awwal, Mutawàsith Tsani, Mutaqaddim Awal, Mutaqaddim Tsani, dan kelas Mutamayyiz. Masa belajar setiap level selama satu bulan.

Tahdid Mustawa hari ini, mendatangkan Tim Penguji 6 dari Markaz Syaikh Zayid, Kairo, antara lain:  Dr. Zakaria Taha Musa, Dr. Muhammad Sayyid Abbas Mahmud, Al-Ustadz. Muhammad Hemida Abdul Aziz Abdul ‘Aal, dan Al-Ustadz. Husam Hasan Abdus Sami’ Ibrahim. Ditambah 2 tim administrasi Al-Ustadz. Ahmed Fawzi Abdul Hamid Muhammad dan Al-Ustadz. Ahmad Muhammad Al-Quthb Hasan. Tim penguji dibantu oleh 15 pengawas dari Indonesia, alumni Al-Azhar di Jabodetabek.

Tes mengetahui level camaba tersebut, terdiri dari: tes lisan pukul 09.00-12.00 dan tes tulisan pukul 14.00-17.00 WIB.

Wadir Akademik PUSIBA berharap nilai Tahdid Mustawa hari ini minimal di level 3, Mutawasith Awwal. Sebab, target PUSIBA, tahun ini Camaba langsung kuliah dan peserta harus di level 3 ke atas.

“Kesuksesan PUSIBA, jika rerata peserta tes masuk di level ketiga ke atas.” Kata alumni Azhar Mesir dan sekarang juga menjabat Bendahara OIAA cabang Indonesia itu.

Kemudian beliau menyampaikan kepada kru Wasathiyyah, bahwa peserta tes mulai masuk asrama 20 Juli 2019 dan rencananya akan dibuka secara resmi oleh petinggi Al-Azhar pada akhir bulan ini, Juli 2019.

“Insya Allah pembelajaran akan dimulai 20 Juli ini, dan akan dibuka secara resmi oleh pihak Al-Azhar.” Pungkas Muhammad Arifin, Lc.MA. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.