Home Kegiatan Alumni TGB: Para Peneliti Alumni Al-Azhar di Indonesia Harus Jadi Lokomotif Upaya-Upaya Riset

TGB: Para Peneliti Alumni Al-Azhar di Indonesia Harus Jadi Lokomotif Upaya-Upaya Riset

369
0
SHARE
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Wasathiyyah.com, Jakarta — Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia (OIAAI) menyelenggarakan diskusi webinar bertajuk ‘Sharing Publikasi Ilmiah Internasional’ Asosiasi Dosen Alumni Al-Azhar Mesir.

Kegiatan yang dilaksanakan, Sabtu (13/6/2020) itu sedikitnya diikuti 130 alumni Al-Azhar Mesir, yang di antaranya berkiprah di bidang pendidikan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi itu yakni:
Prof. Dr. Syihabudin Qolyubi, MA. (Dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga)
Prof. Dr. Eka Putra Wirman, Lc, MA.
M. Arief Mufraini, Ph.D
Dr. Eva F Nisa (Dosen Austalian National University)
Saifuddin Zuhri, Ph.D
Ai Fatimah Nur Fuad, Ph.D

Ketua OIAAI Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyatakan, berbagai rangkaian diskusi daring yang digagas OIAAI saat pandemi covid-19 ini merupakan upaya untuk mendekatkan satu sama lainnya.

“Banyak antar kita melalui webinar ini kita bisa bertemu wajah. Kedua, webinar ini untuk mengasah ‘malakah ilmiah’ kita karena kalau tidak diasah akan tumpul,” kata TGB dalam sambutannya sekaligus sebagai keynote speaker dalam acara itu.

Ia menjelaskan, para alumni Al-Azhar atau azhariyyun merupakan seorang pembelajar sekaligus sebagai peneliti dari berbagai pandangan dalam sebuah persoalan.

“Sharing ini juga bagian kita sebagai OIAA sebagaimana visi OIAA yang sering disampaikan imam besar (Al-Azhar, red) yaitu ta’ziz wasathiyatul Islam, untuk melahirkan pemahaman keislaman yang mencerahkan,” ujarnya.

Lebih jauh TGB berharap, azhariyyun secara kolektif bisa membangun sinergi antar-para peneliti dan intelektual. “Para peneliti dan intelektual alumni Al-Azhar Mesir menjadi lokomotif, mendorong upaya-upaya riset penelitian sosial, publikasi ilmiah internasional dan kultur ilmu pengetahuan yang kuat, ini sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan, keumatan dan keislaman,” beber mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode itu.

TGB menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam diskusi webinar yang digelar pihaknya. Ia berharap, kegiatan ini bukan merupakan langkah terakhir.

“Saya berharap ini langkah awal untuk membangun aliansi azhariyyin untuk kemudian nanti kita bisa membuat indeks publikasi ilmiah azhariyyin, menghimpun karya-karya sehingga itu juga bisa membangun bargaining position dalam arti yang positif, bukan artinya politik.

“Dalam artian ketika orang bicara azhariyin di Indonesia maka tidak hanya terkait dengan kiprah membangun lembaga-lembaga pendidikan, tapi juga dikenal banyak peneliti-peneliti yang hebat. Kuncinya ta’awun ‘alal birri wattaqwa bangun sinergi,” pesan dia. (WST/YN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.