Home Kegiatan Alumni Penutupan Daurah Dai-Imam Internasional, Program ini Perlu Dilanjutkan

Penutupan Daurah Dai-Imam Internasional, Program ini Perlu Dilanjutkan

453
0
SHARE

Wasahathiyyah.com, Zoom Meeting–Pelatihan Online untuk para Dai dan Imam yang digelar oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat di Cairo bekerjasama dengan OIAA cabang Indonesia, kemaren sore (Kamis, 11/6) selesai. Dalam acara penutupan pelatihan yang dimulai tanggal 14 Mei 2020 dan diikuti 40 peserta itu, tampak hadir Wakil Ketua OIAA Pusat Osama Yassin, Sekretaris Jenderal OIAA Pusat Abdel Dayem Nassair dan salah seorang narasumber pelatihan Prof. Dr. Ibrahim Shalah al-Hudhud.

Dalam sambutannya Osama Yassin, selain mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya program pelatihan perdana secara online itu, juga mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan strategi organisasi dalam meraih visi-misinya, yaitu untuk menjangkau semua Azhary di dunia, membuat database untuk mereka, kemudian mengambil manfaat dari mereka untuk menyebarkan moderasi Islam.

“Saya merasa bersyukur, atas keberhasilan kita melaksanakan daurah dai dan imam secara online ini. Pelatihan online ini, pertama kali kita lakukan. Ini salah satu strategi kita dalam mencapai visi-misi organisasi,” kata Osama Yassin.

Dalam momentum yang sama, Dr. Abdel Dayem Naseer menegaskan bahwa program pelatihan online ini sangat perlu untuk dilanjutkan dalam rangka menghadapi pemikiran ekstremis. Program ini memang sudah lama dibutuhkan oleh OIAA Pusat, merupakan kelanjutan komunikasi antara organisasi dan para alumni Al-Azhar.

“Saya sangat berharap, bahkan ini sebuah kebutuhan kita semua, agar program ini terus berlanjut, untuk menangkal dan mengobati pemikiran ekstrim,” ungkap sekretaris jenderal OIAA Pusat sekaligus Penasihat Grand Shaikh Al-Azhar itu.

Panesehat OIAA Pusat sekaligus narasumber pelatihan Ibrahim Sholah Al-Hudhud mengungkapkan hal serupa bahwa mengapresiasi presentasi para peserta pelatihan tentang berbagai persoalan keumatan. Beliau berharap, para peserta menjadi duta untuk menyampaikan pesan Al-Azhar ke semua penjuru dunia, terutama di negara, tempat mereka domisili, baik di timur maupun barat. Bahkan beliau membuka peluang kepada para peserta untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung kepadanya, manakala ada masalah-masalah yang dihadapi, terutama berkaitan dengan tema-tema yang telah disampaikan.

“Saya menyambut baik presentasi para peserta, berharap kalian menjadi duta Al-Azhar, dan apabila ada yang perlu didiskusikan, maka boleh menghubungi saya langsung, kata mantan Rektor Universitas Al-Azhar dan penasihat OIAA Pusat tersebut.

Atas nama ketua OIAA Cabang Indonesia TGB M Zainul Majdi dan Sekjen OIAA Indonesia Muchlis M Hanafi, Muhammad Arifin MA menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Grand Shaikh Al-Azhar dan jajaran pimpinan di OIAA Pusat atas kepercayaannya menyelenggarakan pelatihan online pertama bagi tenaga-tenaga dakwah Indonesia dan pesertanya tidak terbatas hanya dari kalangan alumni Al-Azhar saja, tetapi juga dari latar belakang perguruan tinggi dan wilayah di Indonesia yang berbeda. Beliau berharap pelatihan ini terus berlanjut dengan jumlah peserta lebih banyak.

“Saya atas nama ketua dan sekjend OIAA cabang Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Syaikh Al-Azhar dan OIAA Pusat atas kepercayaan kepada kami untuk menyelenggarakan acara perdana ini. Kami berharap, program ini terus berlanjut dengan jumlah peserta lebih banyak,” ungkap bendahara OIAA cabang Indonesia itu.

Lebih lanjut, Muhammad Arifin menceritakan bahwa selama pelatihan, baik narasumber maupun peserta menunjukkan keseriusan luar biasa yang ditunjukkan dengan banyak dan panjangnya diskusi setelah setiap sesi. Apalagi jika tema yang dibahas memang merupakan tema yang relatif sensitif seperti konsep Jahiliyah, konsep hakimiyah, pola pikir dan gerakan kelompok-kelompok keras semacam ISIS, dan sebagainya. Di hari terakhir, tema yang dibahas juga tidak kalah pentingnya menyangkut soal isu pernikahan: poligami, nikah siri, nikah dengan niat talak, dan sebagainya yang tidak jarang kita temukan di masyarakat.

Salah satu moderator pelatihan Mahir M Soleh, Lc., menceritakan bahwa daurah ini sangat mengayakan khazanah pemikiran para Peserta. Sebab para pematerinya Para Ulama Al-Azhar yang pakar di bidangnga masing-masing. Yang paling berkesan di hati CEO Nurul Huda Foundation Bengkulu dan alumnus Universitas Al-Azhar Zagazig Fakultas Ushuluddin itu adalah saat program pelatihan masih berlangsung Prof Dr Abdel Fadil Al-Qushy wafat.

“Saat daurah berjalan, salah satu Mahaguru kami, Prof Dr Abdel Fadil Al-Qushy dipanggil oleh Allah Swt meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Saya dan teman-teman merasakan kesedihan yang teramat mendalam. Semoga Allah Swt menempatkan beliau di Sisi-nya bersama Para Anbiya, Syuhada wa Shalihin. Wa hasuna ulaika rafiqa.” Kata Mahir M Soleh. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.