Home Kegiatan Alumni Kajian Perdana Majelis Maqwa Krui, Belajar dari Kisah 6 Perempuan dalam Quran

Kajian Perdana Majelis Maqwa Krui, Belajar dari Kisah 6 Perempuan dalam Quran

139
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Krui – Selain mendirikan Lembaga Pendidikan bernama Sekolah Tahfiz Balita dan Anak Markaz Maqwa, Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung juga mendirikan majelis taklim bernama Majelis Maqwa Krui. Majelis taklim yang diketuai oleh Cik Neli tersebut, hari ini (Ahad, 9/2) di Mushollah Markaz Maqwa mengadakan Kajian Quran perdana dan diisi oleh Ustaz Udo Yamin Majdi.

Dalam kajian tematik ini, Ustaz Udo Yamin Majdi membahas kisah 6 perempuan yang Allah abadikan dalam surat ke-66, yaitu surat At-Tahrim. Sebelum Ustaz Udo Yamin Majdi menerangkan 6 perempuan tersebut, beliau memaparkan asbabun nuzul, sebab-sebab surat At-Tahrim tersebut turun.

“Surat ini turun,” kata Ustaz Udo Yamin Majdi, “berdasarkan keterangan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, bahwa ‘Aisyah mengaku bahwa Rasulullah saw. pernah singgah di tempat Zainab binti Jahsy dan meminum madu di sana. Kemudian ‘Aisyah bersepakat dengan Hafshah, jika Nabi memasuki rumah salah satu dari mereka berdua, maka mereka kepada Nabi,  ‘Sesungguhnya aku mencium bau maghafir pada dirimu, pasti engkau telah memakan maghafir.” Kemudian Nabi saw. menemui salah seorang dari keduanya. maka diantara mereka berdua mengatakan hal itu kepada Nabi. Lalu Nabi bersabda, ‘Tidak, tetapi aku telah meminum madu di rumah Zainab binti Jahsy, dan sekali-sekali tidak akan meminumnya lagi.”

Selanjutnya Ustaz Udo Yamin Majdi menceritakan satu persatu 6 perempuan dalam surat at-Tahrim tersebut, yaitu isteri Nabi Nuh, isteri Nabi Luth, isteri Fir’aun dan Siti Mariam, serta ‘Aisyah dan Hafshah. Di penghujung kajiannya, Ustaz Udo Yamin Majdi menegaskan bahwa Allah abadikan kisah 6 perempuan itu melalui surat At-Tahrim, agar menjadi renungan sekaligus pelajaran bagi semua Muslimah.

“Kisah enam perempuan ini, untuk mengingatkan kepada perempuan, bahwa ada suami sholeh, namun isteri mereka tidak sholehah, seperti isteri Nabi Nuh dan Nabi Luth. Sebaliknya, ada suami sangat durjana sampai mengaku tuhan, namun isterinya sangat sholehah. Ada juga seorang perempuan sholehah tanpa suami, yaitu Siti Mariam. Dan ada suami sholeh dan isteri sholehah, namun tergelincir dalam kesalahan, disebabkan kecemburuan, yaitu ‘Aisyah dan Hafshah. Nah, ibu-ibu mau pilih yang mana?” Tanya Ustaz Udo Yamin Majdi. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.