Home Kegiatan Alumni Hadirkan Pihak Kemenag dan Kemenlu, OIAA Gelar Lokakarya Soal Camaba di Mesir

Hadirkan Pihak Kemenag dan Kemenlu, OIAA Gelar Lokakarya Soal Camaba di Mesir

668
0
SHARE
Lokakarya yang digelar OIAA di Hotel Sofyan, Menteng, Jakpus, Jumat (8/3/2019)

Wasathiyyah.com, Jakarta — Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia menggelar lokakarya bertajuk ‘Penguatan Kompetensi Calon Mahasiswa Indonesia di Mesir’, Jumat (8/3/2019).

Acara yang berlangsung di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat itu menghadirkan pembicara dari unsur alumni Al Azhar Biltiser Bachtiar, Kepala Seksi Kerja Sama Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Iwan Yusuf dan Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Duta Besar Nahari Agustini.

Kegiatan tersebut digelar untuk membicarakan soal rencana pendirian Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) atau Daur Lughoh di Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) OIAA Muchlis M. Hanafi berharap keberadaan PUSIBA tersebut nantinya bisa didukung penuh oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia.

“Dengan menghadirkan para pemangku kebijakan di Republik ini, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama kami mengajak mari kita sama-sama membicarakan masa depan anak-anak bangsa. Kader-kader kita ini juga tentunya diharapkan memikirkan masa depan bangsa kita ini,” kata Muchlis M. Hanafi dalam sambutannya di hadapan para peserta lokakarya.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para pembicara, khususnya dari pihak Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri.

“Dalam kesempatan ini sebenarnya kami juga mengundang Kedutaan Besar Republik Indonesia (di Mesir) yang sehari-hari berinteraksi dengan mahasiswa di sana, tetapi karena hari-hari ini banyak tamu di KBRI Mesir sehingga tidak ada yang bisa hadir di sini,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan hasil lokakarya ini dapat menjadi solusi berbagai persoalan calon mahasiswa ke Mesir. Tuan Guru Bajang Doktor Muhammad Zainul Majdi selaku ketua umum OIAA, juga berpesan semoga ikhtiar ini menjadi sarana memantapkan dan memperkokoh moderasi Islam di Indonesia, ” ujarnya mewakili Ketua OIAA cabang Indonesia TGB. M. Zainul Majdi yang berhalangan hadir.

Sejumlah perwakilan kantor cabang OIAA di beberapa wilayah, pesantren atau lembaga pendidikan yang selalu mengirimkan santrinya ke Mesir dan sejumlah mediator tampak hadir dalam acara itu.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Pertama diskusi dengan pihak Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri. Sesi kedua, membahas soal Daur Lughoh atau PUSIBA di Indonesia yang merupakan sebuah pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan ke Universitas Al Azhar Mesir.(WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.