Home Kegiatan Alumni Muchlis M Hanafi Pimpin Rapat Persiapan Delegasi Lajnah Ulya Untuk Sosialisasi Piagam...

Muchlis M Hanafi Pimpin Rapat Persiapan Delegasi Lajnah Ulya Untuk Sosialisasi Piagam Persaudaraan Kemanusiaan

116
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Tangerang–Direktur Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Dr. Muchlis M Hanafi, MA., memimpin rapat terbatas persiapan kedatangan delegasi Lajnah Ulya Persaudaraan Kemanusiaan ke Jakarta dalam rangka sosialisasi Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsîqat al-Ukhuwwah al-Insâniyyah).

Lembaga yang beralamat di Jl. Kertamukti No.63 Pisangan Ciputat Tangerang Selatan dan memiliki visi untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah masyarakat pluralistik itu, akan mensosialiasikan dokumen bersejarah “Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan” yang ditandatangani oleh Grand Syeikh Al Azhar, Dr. Ahmed At Tayyeb  dan Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Katholik pada tanggal 3-5 Februari 2019 di Abu Dhabi-UEA. Acara tersebut, juga dihadiri oleh pendiri PSQ Prof. Dr. M Quraish Shihab, MA., sekaligus memberikan sambutan dan pandangannya.

Menurut Muchlis M Hanafi, ada dua peristiwa penting di tahun 2019 lalu, selain penandatanganan Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan, juga penetapan tahun 2019 sebagai “Tahun Moderasi Internasional” (The International Year of Moderation) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dua peristiwa tersebut mencerminkan keinginan masyarakat dunia, terlepas dari perbedaan yang ada, untuk menciptakan kehidupan yang damai dan lebih berkeadilan.” Kata Muchlis M Hanafi , kemaren (Selasa, 7/1) di Ruang Rapat PSQ.

Sekretaris jenderal Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu menegaskan bahwa di era modern saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan manusia kepada kemajuan di berbagai bidang. Tetapi, peradaban Barat yang materialistis-individualistik telah meminggirkan peran manusia dan kemanusiaan dari pentas kehidupan. Dunia pun mengalami krisis; ketidakadilan dalam distribusi kekayaan alam, diskiriminasi, kemerosotan moral, pengangguran, keserakahan, permusuhan dan konflik tak berkesudahan dan sebagainya.

Piagam Persaudaraan Kemanusiaan untuk hidup berdampingan itu, kata Muchlis M Hanafi,  mengingatkan Piagam Madinah. Sebuah dokumen yang merajut kebersamaan seluruh komponen warga masyarakat Madinah dengan segala keragaman yang ada. Semua warga Madinah, tanpa terkecuali, terlepas dari perbedaan agama dan kabilah, memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Sejak awal membangun masyarakat Madinah, lanjut Muchlis M Hanafi, Nabi membangun hubungan antara sesama warga masyarakat tanpa ada pembedaan, atau diskriminasi. Dalam pandangan Islam, semua manusia setara bagaikan gigi-gigi sisir. Semua berasal dari satu unsur. Semua berasal dari Adam. Dan, Adam tercipta dari tanah. Tidak ada seorang pun yang memiliki keistimewaan atas orang lain dari segi kemanusiaan. Hanya ketakwaan yang membedakannya di mata Tuhan. Agama mengajarkan kepada kita untuk mencintai saudara kita atau orang lain sebagaimana kita mencintai diri sendiri.

Muchlis M Hanafi menegaskan bahwa sosialisasi Piagam Persaudaraan Kemanusiaan atau Deklarasi Abu Dhabi itu, merupakan salah satu cara untuk merawat persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah) dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah) sekaligus persiapan kedatangan delegasi Lajnah Ulya Persaudaraan Kemanusiaan ke Jakarta, dipimpin Rektor Al-Azhar dan Wakil Paus Vatikan tanggal 6-10 Februari 2020 akan datang.

“Kita sosialisasikan piagam ini, untuk merawat persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan di NKRI sekaligus dalam rangka persiapan kedatangan delegasi Lajnah Ulya Persaudaraan Kemanusiaan ke Jakarta pada awal Februari nanti.” Kata Muchlis M Hanafi di hadapan para peserta rapat, Muhammad Arifin, MA., Romli Syarqawi, S.Ag, Antika Mantaram dan Cut Meilisa. Tak berapa lama hadir pula M Quraish Shihab dan Nasywa Shihab. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.