Home Kegiatan Alumni Senator dan IKAT Aceh Kunjungi PUSIBA

Senator dan IKAT Aceh Kunjungi PUSIBA

119
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Bekasi — Ditemani oleh Ketua IKAT Aceh, M. Fadhilah, anggota DPD RI Asal Aceh yang baru dilantik, M. Fadhil Rahmi mengunjungi putra-putri Aceh yang sedang belajar bahasa Arab di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA).

Lembaga yang berlokasi di Kampus Universitas Asysyafi’iyyah Jatiwaringin Bekasi itu, merupakan lembaga di bawah Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia dan mendapat mandat resmi dari Universitas Al-Azhar Mesir untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa Arab bagi yang akan melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Peserta PUSIBA dari berbagai daerah, diantaranya dari Aceh, ada 12 putra dan 3 putri. Oleh sebab itu, ketua IKAT dan Senator Aceh, kemaren (Ahad, 6/10) mengunjungi mereka.

“Sebenarnya, udah lama saya ingin berkunjung. Alhamdulillah saat libur akhir pekan ini, ketua IKAT dan pengurus pulang dari Rakornas di Jakarta, makanya kami janjian untuk ke sini,” ujar M.Fadhil Rahmi, mantan ketua IKAT periode sebelumnya dan sekarang terpilih menjadi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari provinsi Aceh.

Fadhil merasa bersyukur atas kehadiran PUSIBA ini di Indonesia, bahkan dia berharap PUSIBA ini juga bisa dibuka di Aceh, sehingga mempermudah putra-putri Serambi Mekah untuk belajar di di Negeri Seribu Menara.

“Sebelumnya, pelatihan bahasa di Mesir, khusus untuk lulus test Kamenag. Tapi alhamdulillah tahun ini sudah ada di Indonesia. Target kita,  PUSIBA bisa kita hadirkan di Aceh.”

Pelatihan bahasa di PUSIBA itu sudah berlangsung dari bulan Juli 2019 dan akan selesai pada awal November 2019.

Selain jalur PUSIBA,  Aceh juga berhasil meluluskan 33 calon mahasiswa ke Al-Azhar lewat jalur test Kamenag yang diadakan pada bulan Mei 2019. Mereka akan diberangkatkan bersama oleh IKAT Aceh.

Hal itu diakui oleh ketua IKAT,  M. Fadhilah. “Kita target bulan November semua bisa kita bantu pemberangkatannya. Sekarang sudah mulai pengurusan visa dan syarat-syarat lain.”

Namun,  menurut Fadhilah,  dari total 48 calon mahasiswa tersebut hanya 3 orang yg mendapat beasiswa dari Kemenag, sisanya jalur mandiri.

“Beasiswa Cuma tiga orang, sisanya bea mandiri. Mereka adalah anak-anak berprestasi. Mengalahkan ribuan calon lain untuk bisa exist sampai sekarang. Mereka sangat pantas mendapat perhatian pemerintah. Semoga BPSDM mengakomir mereka,” harap Fadhilah. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.