Home Kegiatan Alumni TGB Lantik Pengurus IKAT Aceh, Jaga Kekompakan!

TGB Lantik Pengurus IKAT Aceh, Jaga Kekompakan!

210
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Aceh–Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A., melantik Pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Periode 2019-2022 di bawak kepemimpinan Muhammad Fadhillah, Lc., M.Us.

Di hadapan 257 alumni Timur Tengah –terdiri dari Dewan Penasehat (Majlis Istisyar Wal Irsyad) 28 orang, Dewan Pengarah (Majlis Isyraf) 43 orang, Dewan Pakar (Majlis Al-Khubara’) 32 orang, dan Dewan Pengurus (Majelis Tanfidzi) 154 orang– sebagai struktur dan personalia IKAT, TGB mengingatkan kembali pesan Grand Syaikh al-Azhar as-Syarif bahwa para alumni wajib membangun Islam dengan manhaj wasathiyyah yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tempat alumni berada.

Dalam kata sambutannya, menceritakan kisah Grand Syaikh Ahmad Al-Thayeb bahwa ada yang bertanya metode dakwah agar islam tidak ada lagi islamphobia di Inggris. Syaikhul Azhar menjawab pertanyaan orang yang berpakaian jubah itu bahwa jika model dakwah seperti Anda, jangankan orang Inggris, saya saja takut. Artinya Anda tidak menyesuaikan diri dengan pakaian dan tidak berbaur dengan masyarakat.

“Karena pakaian itu sunnah al-‘adah bukan sunnah ibadah, jadi jangan menjadi asing di tengah masyarakat yang didakwahi.” Kata mantan gubernur NTB 2 periode di Aula Puslatbang KHAN LAN RI, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Ahad (5/1/2020).

TGB melanjutkan, berdakwah dengan manhaj wasatiyyah sekarang sudah menjadi sebuah keniscayaan. Seperti di Aceh dengan keistimewaannya, tidak mesti sama dengan NTB, Jawa dan daerah lainnya. Walaupun dengan warna dan corak yang berbeda-beda, masih bisa disesuaikan dengan daerah dan kekhususannya. Karena Islam tidak hadir di ruang hampa, Rasulullah SAW dalam tahapan tidak pernah menyisihkan diri umat dan kaumnya.

“Di sinilah, sebagai da’i, kita harus paham sosiologi, adat, tradisi min anfusihiim (mereka sendiri) ya didakwahi.” Kata TGB.

Jika masih mungkin disesuaikan dengan syariat, lanjutkan, jika kurang tepat diluruskan dan jika tidak mungkin, maka dihilangkan.

“Dan yang paling penting dalam berdakwah hilangkan kata-kata negatif, dengan menuding kita hidup di zaman yang rusak dan sebagainya. Padahal yang rusak itu orangnya termasuk da’i bukan zaman.” Kata TGB.

Dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Pelantikan Pengurus IKAT, Seminar bertemakan “Aktualisasi Nilai Islam dalam Perdamaian Aceh”, dan pelepasan calon mahasiswa baru ke Universitas Al-Azhar itu, tampak hadir sekretaris jenderal OIAA cabang Indonesia Dr. Muchlis M Hanafi, mantan Dubes RI di Mesir Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA., dan sejumlah tokoh ulama/masyarakat di Aceh.

TGB mengapresiasi IKAT Aceh. Menurutnya, organisasi alumni Timur Tengah di Aceh itu, termasuk organisasi di bawah OIAA yang paling banyak melakukan kreativitas dan inovasi. Beliau berpesan, terus menjaga kreativitas dan inovasi dalam kebaikan ini, terutama menjaga kekompakan.

“Saya apresiasi kreativitas dan inovasi teman-teman IKAT. Pertahankan. Jaga kekompakan.” Pesan TGB. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.