Home Kegiatan Alumni Parents’ Meeting Maqwa, Membangun Hidup Berjamaah

Parents’ Meeting Maqwa, Membangun Hidup Berjamaah

282
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Krui—Islam mengajarkan kepada manusia untuk hidup berjamaah dalam kebaikan dan ketaqwaan. Hal ini disampaikan oleh Mudirul ‘Aam Maqwa Islamic School, Ustaz Udo Yamin Majdi,  kemarin (Ahad, 31/1) dalam acara Parents’ Meeting Markaz Maqwa Krui di Musholla Maqwa.

Pertemuan orang tua/wali santri Sekolah Tahfiz Balita dan Anak tersebut, membahas tiga agenda utama: progress report Markaz Maqwa Krui, Sosialisasi SD Quran Maqwa Islamic School dan penguatan konsep koperasi MaqwaMart Krui.

Dalam laporan perkembangan, Ustaz Udo Yamin Majdi menyampaikan bahwa ada pergantian kepengurusan Markaz Maqwa Krui bahwa Ami Rahmawati Muslimah, Lc., sebagai mudir (kepala sekolah) dan wakil bidang kurikulum Annisa Shafitri, wakil bidang kesiswaan Mar’I Aditrengginas, wakil bidang administrasi Elysya Novita dan wakil bidang sarana-prasarana Munadi.

Selain itu, ustaz kelahiran Krui tersebut, memaparkan perbedaan Metode Tabarak dengan metode menghafal Quran lainnya, bahwa metode Tabarak menggunakan multimedia dan gaya belajar dominan audio-visual, mengharuskan mengkonsumsi susu, korma dan kacang Arab, serta Kerjasama orang tua/wali untuk mendampingi anaknya mengulangi hafalan Quran di rumah.

“Metode Tabarak yang kita gunakan, berbeda dengan metode lainnya, terutama tentang komitmen orang tua dalam mendampingi anaknya muraja’ah di rumah,” kata Ustaz Udo Yamin Majdi.

Lebih lanjut lagi, beliau menegaskan bahwa 3 kunci anak sukses menghafal Quran, yaitu ikhlas semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT, berdoa sepenuh hati dan mendampingi hafalan anak setiap hari. Sedangkan penghalang kesuksesan menghafal ada 4: ketidakhadiran santri, keterlambatan hadir, tidur ketika di kelas, dan tidak konsisten dalam mendampingi hafalan anak di rumah.

Selesai menyampaikan laporan perkembangan Markaz Maqwa Krui, Ustaz Udo Yamin Majdi menjelaskan tentang Sekolah Dasar Quran Maqwa Islamic School. Ada 2 alasan utama, menurutnya, SD Quran ini dibuka tahun 2021 ini.

Pertama, permintaan dari para orang tua/wali santri Markaz Maqwa Krui yang memiliki anak usia PAUD/TK dan tahun ini akan memasuki SD. Mereka ingin anaknya sekolah di lingkungan sama seperti di Markaz Maqwa Krui, yaitu lingkungan tahfiz al-Quran.

“SD Quran hadir, untuk menjawab harapan orang tua,” kata Ustaz Udo Yamin Majdi.

Alasan berikutnya, kedua, SD Quran ini sebagai persiapan untuk melahirkan calon santri Maqwa Islamic Boarding Islamic School atau Pesantren Maqwa Krui. Dalam beberapa tahun ke depan, Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung akan mendirikan Pesantren Maqwa Krui dan menggunakan kurikulum, bahkan akan menjadi Sekolah Islam cabang Al-Azhar Cairo. Oleh sebab itu, lulusan SD Quran ini, diharapkan sesuai dengan kriteria calon santri yang akan diterima.

“Insya Allah kita akan mendirikan Pesantren Maqwa Krui dan menggunakan kurikulum Al-Azhar Cairo. Nah, supaya santrinya sesuai dengan ekspektasi kita, maka kita membuka SD Quran dan menggunakan kurikulum Al-Azhar juga. Target hafalan   Qurannya sama yaitu 18 juz. Begitu juga dengan Bahasa Arab dan PAI juga memakai buku dari Al-Azhar. Lebih penting lagi, yang mengajarnya juga para alumni Azhar,” Ustaz Udo Yamin Majdi menjelaskan secara panjang lebar di hadapan para orang tua/wali santri Markaz Maqwa Krui.

Ustaz Udo Yamin Majdi kemudian membahas tentang koperasi MaqwaMart Krui. Beliau mengharapkan semua orang tua/wali santri Markaz Maqwa Krui untuk ikut bergabung menjadi anggota. Sebab MaqwaMart, bukan sekedar Lembaga ekonomi saja, melainkan ini pengamalan ibadah ghair mahdhah atau mu’malah.

“Kita berjamaah, bukan hanya dalam sholat saja, melainkan dalam segala bidang, mulai dari bidang Pendidikan, sosial sampai bidang ekonomi kita harus membangun hidup berjamaah,” kata Udo Yamin Majdi setelah memaparkan makna surat Al-Maidah ayat 2 berbunyi ta’aawanuu ‘alal birri wat-taqwa. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.