Home Catatan Masisir Sosok Guru itu Tutup Usia, TGB dan Muchlis Hanafi pun Ikut Sholat...

Sosok Guru itu Tutup Usia, TGB dan Muchlis Hanafi pun Ikut Sholat Jenazah

373
0
SHARE
TGB dan Muchlis Hanafi sedang berbicara dengan Ibu Rahayu, isteri almahum Abdul Mannan Usman depan Masjid al-Azhar Mesir (25/12/2018)

Wasathiyyah.com, Kairo—Bakda sholat Dhuhur sebuah keranda turun dari mobil jenazah memasuki masjid al-Azhar Kairo. Orang-orang yang mengiringinya banyak asal Indonesia, bahkan diantara mereka itu ada wajah yang tidak asing lagi: mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., yang lebih kita kenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB). Selain ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia, ada juga sekjennya yaitu Dr. Muchlis Hanafi, MA.

Jenazah siapakah yang disholatkan oleh dua pimpinan OIAA cabang Indonesia, masyarakat Indonesia di Mesir dan penduduk Kairo itu?

Dia adalah orang baik dan senior di kalangan Mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir) dan masyarakat Indonesia Mesir.

Tahun 1985, dia sudah bekerja sebagai local-staff di KBRI Kairo. Meskipun sudah menjadi pejabat, tidak menghalangi dia untuk tetap berbagi kepada para Masisir. Ini terbukti, dia mau menjadi pemateri acara tarjimah fauriyah dan baca Koran-koran berbahasa Arab di  markas Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS), yang terletak di Imarah (Gedung Apartemen) 53, Nomor 106, Khidr El-Tony St (yang bersimpangan dengan Tayaran St). Nasr City, Cairo.

“Tiga puluh tiga tahun yang lalu, saya berkenalan dengan beliau dan beliau sudah menjadi local-staff di KBRI.” Tulis Syarifuddin Abdullah di status facebooknya.

Syarifuddin Abdullah melanjutkan bercerita, “ceritanya unik. Ketika masih di Jakarta, sekitar bulan Agustus 1985, menjelang dan dalam persiapan berangkat ke Kairo, saya berkesempatan ngumpul dengan teman-teman sealmamater dari Makassar (alumni Pesantren IMMIM, Makasar) di bilangan Matraman, Jakarta. Teman-teman kemudian memberitahu bahwa di sekitar Matraman –saya sudah lupa alamat persisnya, ada seorang tokoh asal Sulawesi, yang punya dua anak kuliah di Mesir.

Saya manfaatkan kesempatan itu untuk menemui orangtua (ayah) dari Abdul Mannan Usman di kediamannya di Matraman, Jakarta. Saya memperkenalkan diri, dan memberitahu niat berangkat ke Kairo, sambil meminta nasehatnya. Tanpa pamrih, beliau menasehati saya. Ketika akan pamitan, dia menyerahkan ke saya secarik kertas, yang berisi kalimat pendek (kira-kira berbunyi begini): “Nanda Abdul Mannan, pembawa surat ini bernama Syarifuddin Abdullah, harap dibantu pengurusan kuliahnya di Universitas Al-Azhar”, lalu saya diminta untuk memasukkannya ke amplop.

Berbekal surat itulah, setiba di Kairo, saya menemui ustadz Abdul Mannan Usman di rumahnya di bilangan Masakin Ustman, Nasr City, Cairo.

Sejak pertemuan pertama, saya langsung merasa nyaman berkomunikasi dengan almarhum, dan meminta kesediaan almarhum berkenan selalu membimbing.”

Itulah kesaksian dari orang yang mengenal almarhum –wafat pada hari Senin tanggal 24 Desember 2018 bertepatan tanggal  17 Rabiul-akhir 1440 H di rumah kediaman Rab’ah pukul 15.00 CLT– di Kairo. Dalam 7 tahun terakhir ini, dia terkena Parkinson.

Bukan hanya orang asal Sulawesi yang tergabung di KKS saja bersaksi bahwa almarhum adalah orang baik, melainkan juga dari orang dari daerah lain, misalnya dari alumni Universitas al-Azhar Provinsi Zaqaziq yang tinggal di Kairo bernama Mohammad Mahir, Lc. MA.

“Beliau adalah orang yang baik. Saya pernah datang ke rumah beliau. Santun. Enak diajak bicara.” Kesan Maher kepada penasehat Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir itu.

Hal yang senada, disampaikan oleh Ustadz Shihab El-Mandary di sebuah group WhatsApp.

“Kanda Abdul Mannan adalah orang yang sangat baik, Insya Allah almarhum dimuliakan di sisi Allah SWT dan menjadi penghuni surga bersama orang-orang yang sholehah.” Tulis alumni Universitas al-Azhar Mesir asal Sulawesi itu.

Jadi sangat wajar, TGB dan Muchlis Hanafi memberikan penghormatan kepada suami dari Ibu Rahayu  dan bapak dari Sarah staf Kedubes Mesir di Kuala Lumpur, Putri bekerja di Kairo dan Fadhilah tinggal di Jakarta.

Selesai sholat jenazah yang dipimpin langsung oleh imam Masjid al-Azhar, jenazah dibawa menuju pemakaman Bab al-Futuh. Dia akan istirahat di Bumi Para Nabi.

Siapakah nama orang baik itu?

Nama dia adalah Abdul Mannan Usman. Semoga Allah mengampuni, menyayangi, dan memasukan almarhum ke dalam surga. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.