Home Catatan Masisir Ketua dan Sekjen OIAA Cabang Indonesia Dampingi 1891 Camaba Ikuti Tahdid Mustawa

Ketua dan Sekjen OIAA Cabang Indonesia Dampingi 1891 Camaba Ikuti Tahdid Mustawa

298
0
SHARE
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang dan Sekjen OIAA Muchlis Hanafi mendampingi calon mahasiswa baru (Camaba) mengikuti seleksi tahdid mustawa di Kairo, Mesir, Senin (24/12/2018)

Wasathiyyah.com, Kairo — Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang dan Sekjen OIAA Muchlis Hanafi mendampingi calon mahasiswa baru (Camaba) mengikuti seleksi tahdid mustawa.

Ujian penentuan level tingkat bahasa Arab ini bertempat Markaz Lughah Al Azhar, Nasr City Kairo, Mesir, Senin (24/12/2018).

Tes yang diikuti sekitar 1.891 Camaba ini dibagi menjadi dua gelombang. Seleksi gelombang pertama dilakukan pada pukul 07.00 dan gelombang kedua digelar pukul 13.00 waktu setempat.

Selain TGB dan Muchlis Hanafi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo Usman Syihab turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Diketahui, tahdid mustawa merupakan ujian penentuan level berbahasa Arab Camaba non-Arab. Ringkasnya, seleksi itu dilakukan untuk mengetahui tingkat bahasa Arab Camaba sebelum resmi menjadi mahasiswa Al-Azhar.

Setelah melalui ujian Tahdid Mustawa ini, mereka nantinya akan menempuh kelas peningkatan bahasa Arab Daurah Lughah sesusai kemampuannya—sebelum resmi mendaftar sebagai mahasiswa Al-Azhar. Materi-materi yang diujiankan meliputi ujian tulis (ilmu nahwu, saraf, insya’, qiraah, dan istima’) dan ujian lisan.

Ujian Tahdid Mustawa ini sudah menjadi peraturan wajib setiap Camaba non-Arab yang ingin belajar di universitas Al-Azhar. Sebelum menjadi pelajar resmi Al-Azhar, Camaba terlebih dahulu dites kembali untuk menguji kelayakan bahasa Arab mereka dengan materi-materi yang lumayan sulit. Maka dari itu Al-Azhar menjadikan Daurah Lughah sebagài solusi bagi mahasiswa asing yang belum mampu berbahasa Arab dengan baik.

Ini sudah menjadi peraturan setiap camaba yang datang ke Mesir. Sebelum berkuliah terlebih dahulu mereka dites kembali untuk menguji kelayakan bahasa mereka dengan pelajaran-pelajaran kampus yang sulit. Maka dari itu Al-Azhar menjadikan Daurah Lughah sebagài solusi bagi mahasiswa asing yang belum mampu berbahasa Arab dengan baik.

Level kelas berbahasa Daurah Lughah sendiri memiliki tujuh tingkat studi, mulai dari: Mubtadi’ Awal, Mubtadi’ Tsani, Mutawasith Awal, Mutawàsith Tsani, Mutaqaddim Awal, Mutaqaddim Tsani, dan kelas Mutamayyiz.

Tingkat kelas berbahasa Daurah Lughah tergantung kemampuan berbahasa masing-masing Camaba. Tiap tingkat atau mustawa diberi waktu selama 50 hari, kecuali kelas Mutamayyiz yang hanya 30 hari saja. Maka, jika dikalkulasikan Camaba tahun ini baru bisa berkuliah di universitas Al-Azhar tahun depan—jika berada di tingkat Mutawàsith Awal atau Tsani. Namun, bagi beberapa Camaba yang cerdas dan beruntung dapat berkuliah tahun ini. Dan itu semua tentu membutuhkan perjuangan yang sepadan dengan hasilnya.

Dengan adanya Daurah Lughah ini, calon mahasiswa baru sangat terbantu. Selain dapat mematangkan kembali bahasa Arab, mereka juga dapat melakukan persiapan yang lebih matang sebelum benar-benar berkuliah di Al-Azhar. Kampus tertua di dunia ini selain terkenal dengan mata pelajaran yang banyak, materi-materi yang diajarkan juga sukar, terutama bagi mahasiswa asing non-Arab. Maka dengan adanya Daurah Lughah mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan intelektualitas berbahasa Arab.(WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.