Home Catatan Masisir Tarawih di Masjid Fatimah Az-Zahra

Tarawih di Masjid Fatimah Az-Zahra

300
0
SHARE

Ramadhan Karim, ungkapan tersebut sudah tidak asing lagi bagi saya dan teman-teman yang tinggal di Mesir. Ramadhan Karim tiada lain sebagai ungkapan kegembiraan dan kesyukuran dengan datangnya bulan mulia tersebut. Sang tamu agung yang harus dipersiapkan sambutannya agar dapat menjamunya sebaik-baik jamuan. Bagi kita yang diucapkan ungkapan tersebut, maka jawaban yang pantas adalah wa ALLAH Akram.

Sejatinya magrib ini saya ingin menghadiri acara Istithla’ atau penetepan awal bulan Ramadhan oleh Mufti Mesir di Azhar Conference Center (ACC). Sangat disayangkan, saya terlambat datang. Karena berangkat dari rumah setelah menunaikan shalat magrib. Padahal acara tersebut akan dimulai setelah solat magrib tepat.

Dengan semangat empat lima, saya dan teman sekamar Fikri tetap nekad berangkat. Toch kalau rezki tidak kemana, pikirku. 25 menit lamanya di halte, akhirnya tiba bus mini hijau 14 datang tepat dihadapanku. Bus tersebut lumayan penuh walau tidak sesak, beruntung masih ada ruang untuk bernafas maksudnya berdiri hehe. Saat dalam perjalanan menuju ACC, kawan saya menelpon seseorang yang lebih dulu tiba dan menyampaikan acara tersebut sudah selesai dengan keputusan yang telah diambil oleh mufti bahwa permulaan awal bulan Ramadhan di Mesir dimulai pada esok hari.

Ketika bus melewati perempatan Hayyu Sabi’ tiba-tiba nampak orang Mesir tiada lain petugas pemeriksa tiket menaiki bus serta merta berteriak mengingatkan para penumpang bus untuk menunjukkan tiket mereka sebagai bukti bahwa mereka telah membeli tiket bus. Astagfirullah, saya teringat tiket yang sudah dibeli, saya taruh di balik daun telinga ternyata hilang entah kemana. Mau tidak mau ini bisa berurusan panjang dengan sang petugas pemeriksa tiket kalau saya tidak segera turun. Saya segera beranjak dari tempat duduk dan melewati keramaian penumpang yang berdiri, “mana tiketnya?” tanya sang petugas pada saya. “Saya sudah beli, saya mau turun di halte depan” jawabku tanpa menunjukkan tiket padanya. Akhirnya, saya pun langsung meminta pada supir untuk berhenti pada halte Ta’min Sihhi.

Setelah turun dan tiba di halte saya mengurungkan diri menuju ACC serta merta mengubah haluan menuju masjid Fathimah Az Zahra di kawasan Abbas Aqad bersebelahan dengan Genena Mall. Jarak yang ditempuh tidak jauh hanya sekira 15 menit perjalanan kaki hitung-hitung jogging buat kesehatan tubuh.

Sesampainya di masjid Fathimah Az Zahra saya langsung menuju satu bangunan khusus untuk wudhu dan juga kamar kecil. Segera saya mengambil air untuk berwudhu agar tidak ketinggalan shalat berjama’ah. Alhamdulillah, setelah selesai berwudhu dan berdoa terdengar iqomah dari masjid pertanda akan didirikan shalat berjama’ah.

Masya Allah, masjid tersebut sudah penuh oleh makmum. Kutaksir ada sekitar 500 orang yang mengikuti shalat Isya berjama’ah. Semua ingin mendirikan shalat dengan berjama’ah. Mendekatkan diri pada sang Khalik. Sepuluh menit seusai menunaikan ibadah shalat Isya, sang Imam berdiri dan bertakbiratul ihram pertanda shalat tarawih sudah dimulai. Gema takbiratul ihram yang membahana, menghentakkan diri ini yang fakir dan kerdil ini di hadapan ALLAH yang Maha Besar. Suara Imam memang merdu enak didengar sekaligus dihayati. Ketika ada kekeliruan dalam bacaan, otomatis makmum yang berada dibelakangnya langsung mengoreksi bacaan Imam tersebut.

Shalat tarawih di masjd ini sebanyak dua puluh raka’at dengan sepuluh salam dan bacaan al-Quran sebanyak satu juz. Satu juz terdiri dari sepuluh lembar atau dua puluh halaman al-Quran. Jadi setiap raka’at Imam membacakan satu halaman al-Quran. Sehingga setiap shalat tarawih selesai berarti kita sudah membaca satu juz al-Quran. Secara tidak langsung bila kita mengikuti shalat tarawih dengan bacaan satu juz maka kita minimal satu kali telah mengkhatamkan al-Quran.

Rata-rata Imam-imam masjid di Mesir adalah penghafal al-Quran. Maka tidak heran, sejak anak-anak masih kecil mereka digembleng ditempa di kuttab (pesantren tahfizh) dan pada saat usia 6-10 tahun mereka telah hafal al-Quran. Apalagi di Al-Azhar memiliki mata kuliah al-Quran di semua fakultas tanpa terkecuali. Bagi mahasiswa Mesir, mereka dikenakan hafalan al-Quran sebanyak tujuh setengah juz setiap tahun. Dengan demikian bila selesai jenjang studi selama empat tahun secara tidak langsung mahasiswa tersebut khatam hafalan al-Quran yang dimilikinya.

Shalat Tarawih di masjid Fathimah Az Zahra dimulai pukul 22.00 CLT kemudian taushiyah selama tujuh menit dan dilanjutkan kembali dengan salat Tarawih sampai sekitar pukul 23.30 selesai.

Masjid Fathimah Az Zahra bangunannya tinggi dan besar, mirip dengan sebagian mesjid besar yang ada di Mesir. Bila ditaksir masjid tersebut dapat menampung 1500-2000 orang jika setiap satu barisan (shaf) berjumlah 50-an orang. Masjid tersebut dikelola oleh Charity Foundation of Fathimah Az-Zahra. Selain masjid, yayasan tersebut memiliki rumah sakit dan badan amil zakat.

ٍSetelah melaksanakan shalat tarawih, saya segera pulang menuju Hayyu ‘Asyir. Beruntung transportasi di Mesir masih ada walau malam sedemikian larut. 15 menit menunggu, akhirnya bus mini hijau 115 tiba dan mengantarkan kami sampai halte Madrasah, alhamdulillah.

Wallahu a’lam bis-shawab 🙂

Cairo, 1 Ramadhan 1431 H
Pukul 02.21 CLT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.