Home TGB's Note Catatan TGB dalam Kebab Azhary, Bersinergi di Era New Normal

Catatan TGB dalam Kebab Azhary, Bersinergi di Era New Normal

198
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Zoom Meeting–Alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang tergabung di Organisasi International Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia, hari ini (Ahad, 31/5) menggelar acara KEBAB (KEtemu AhBAB) AZHARY dalam rangka Halal bi Halal Idul Fitri 1441 H. Di puncak acara online yang dihadiri oleh M Quraish Shihab dan Gusmus serta lebih dari 500 partisipan ini, ketua umum OIAA cabang Indonesia, TGB Dr. M. Zainul Majdi, menyampaikan 4 catatan.

Doktor Tafsir alumnus Universitas Al-Azhar Cairo itu mengungkapkan bahwa berorganisasi dalam situasi sudah memiliki peran dan kiprah di lingkungan masing-masing, terkadang muncul egoisme (ananiyah), merasa lebih dari yang lainnya. Di sinilah perlu kesiapan untuk menerima orang lain.

“Yang pertama, saya memberikan catatan, bahwa kita ini, ber-OIAA di Indonesia ini, dalam keadaan kita sudah jadi semua. Ada perbedaan jam’iyyah, perbedaan kiprah, dan perbedaan profesi. Susah sekali memang, menyatukan orang-orang pintar. Tapi ini tantangan tersendiri bagi kita semua,” ungkap mantan Gubernur NTB dua periode itu.

Penerima penghargaan dari Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr. Ahmed El Tayeb ini menyampaikan catatan keduanya. Wasathiyyat al-Islam, kata TGB, sudah didefinitifkan oleh Al-Azhar. Misalnya, dalam bidang aqidah, menerima aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Manakala terjadi deviasi-deviasi dalam keyakinan ini, selama tidak terlalu jauh, maka harus saling berlapang dada dan siap menerima perbedaan.

“Deviasi-deviasi lima atau sepuluh persen dari keyakinan kita, masih bisa kita tolerir. Kita saling melapangkan hati, untuk bekerja dalam hal-hal yang kita sepakati bersama,” kata Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PBNW itu.

Selanjutnya, catatan ketiga, TGB menegaskan tentang sinergi antar alumni Al-Azhar. Semangat saling membantu dan saling memberi ruang, harus ditumbuhkan oleh seluruh alumni di Indonesia.

“Sedapat mungkin, antar alumni saling menyayangi, saling menjaga, saling membantu, dan saling memfasilitasi, sehingga bisa maju secara bersama-sama,” ungkap suami Erica L Panjaitan itu.

Dalam bersinergi ini, TGB mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni yang selama ini membantunya dalam menjalankan roda organisasi. Tanpa sokongan dari semua alumni, menurutnya, akan sulit untuk melakukan perkhidmahan.

Terakhir, TGB menyinggung The New Normal. Menurutnya, The New Normal tidak sesederhana tulisan-tulisan atau flyer-flyer di media sosial. Perubahan pasca Covid-19 ini memiliki implikasi sangat luas dalam kehidupan, termasuk dalam ranah keagamaan. Oleh sebab itu, TGB mengajak seluruh Azhary lebih khusus dan serius lagi berkontribusi, baik dalam bentuk pemikiran maupun program untuk masyarakat, negara dan bangsa.

“Saya juga melihat jauh ke depan, bahwa proses perubahan luar biasa, kita beri nama The New Normal, perlu kita pikir secara serius. Kita harus berkotribusi, baik secara pemikiran maupun program,” pungkas cucu Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid itu. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.