Home TGB's Note Negara Hadir Melayani Rakyat

Negara Hadir Melayani Rakyat

380
0
SHARE

Oleh: TGB. Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA.

Salam dari Timur, pesan damai untuk Indonesia.

Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) kita, ada 4 tujuan dibentuknya Republik ini: melindungi segenap tumpah darah; mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam bahasa kekinian, negara dibangun adalah untuk melayani rakyatnya; negara hadir untuk rakyatnya.

Apa yang dirumuskan oleh para founding father kita ini, benar-benar sesuai dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Rasul pernah memberikan satu panduan kepada kita semua, sayyidu qaum khadimuhum, pemimpin adalah pelayan bagi masyarakatnya. Negara dibangun untuk melayani rakyat dan masyarakat.

Kalau kita melihat, sepanjang sejarah Republik ini hadir, dari 1945 sampai saat ini, beragam upaya telah dilakukan, dalam rentang waktu cukup panjang, dengan pemerintahan yang datang silih berganti, semua berusaha memberikan kontribusi yang paling baik.

Kita melihat bagaimana sistim yang dulu sentralistis sekarang berubah menjadi desantralisasi. Sekarang ada kewenangan yang disebar ke seluruh daerah agar pelayanan kepada masyarakat itu dapat lebih mudah dihadirkan.

Dalam kaca mata hukum Islam, seluruh yang dilakukan oleh negara ini adalah hal yang sangat esensial dalam kehidupan. Maka di dalam negara itu sendiri sesungguhannya ada amal sholeh jama’i, satu kolektivitas di dalam kebaikan.

Kebaikan kalau dilaksanakan oleh seorang-seorang, dia tidak akan terlalu besar dampaknya bagi kemanusiaan. Tetapi ketika dilaksanakan secara secara tersistem; secara terencana; secara institusional, maka dia akan menghadirkan kebaikan untuk sebanyak-banyaknya.

Itulah sebabnya, ketika dulu disepakati bahwa anggaran pendidikan untuk rakyat dari APBN itu ada 20% semangatnya adalah seperti itu.

Memang banyak inisiatif-inisiatif yang dibangun oleh masyarakat untuk meningkat pendidikan umat, tetapi ketika inisiatif itu diperkuat oleh negara, dengan anggaran yang besar, dengan program yang jelas, secara terencana dan terukur, maka manfaatnya pasti akan lebih luas.

Demikian pun di dalam bidang kesehatan, di dalam bidang ekonomi, dan seluruh sektor yang penting. Jadi sesungguhnya, negara itu tidak hanya merupakan kontrak sosial yang terbangun antara kita semua, tetapi sesungguhnya negara menjalankan fungsi-fungsi yang sangat penting.

Dia mengkoordinir seluruh kebaikan agar kebaikan itu bisa menghadirkan manfaat yang maksimal untuk masyarakat.

Itu sebabnya, kalau tugas ini dilaksanakan dengan baik, maka negara itu menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dia menjadi negara yang nyaman; menjadi negara yang makmur; menjadi negara yang maju.

Tetapi ketika fungsi-fungsi kebaikan itu tidak dilaksanakan, negara abai terhadap hak-hak rakyat, untuk mendapatkan pendidikan yang baik; mendapatkan pelayanan kesehatan yang murah tapi berkualitas, maka dia tidak lagi menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Kita berharap, kita ikut bersama-sama mengawal, membantu dan bahkan ikut berkontribusi memastikan bahwa negara kita mengarah kepada baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Ya Allah jadikanlah Negara kami ini Negara yang tenang, diberkahi, dan dirahmati oleh-Mu.

===

Tulisan rubrik *TGB’Note* di portal www.wasathiyyah.com ini adalah ceramah TGB serial “Salam dari Timur” di JakTV dan ditranskrip dalam bentuk tulisan oleh Udo Yamin Majdi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.